Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:48 WIB
loading...
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Para pegawai pemerintah mengenakan pakaian santai, termasuk celana pendek, kaus oblong, dan sepatu kets, sedang bekerja di kantor Gedung Pemerintahan Metropolitan Tokyo. FOTO/AFP
A A A
TOKYO - Pemerintah Metropolitan Tokyo melonggarkan aturan berpakaian bagi pegawai kantoran dengan mengizinkan penggunaan celana pendek, kaus, sepatu kets, dan pakaian kasual lainnya selama musim panas. Kebijakan tersebut diterapkan untuk membantu pegawai menghadapi gelombang panas yang semakin ekstrem sekaligus mengurangi konsumsi energi.

"Awalnya terasa sedikit aneh. Namun, rasa canggung itu perlahan hilang ketika semakin banyak rekan kerja yang mulai berpakaian santai," kata pegawai Pemerintah Metropolitan Tokyo Toru Suda, seperti dikutip dari The Straits Times, Minggu (19/7/2026).

Baca Juga: Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari

Kebijakan yang merupakan bagian dari kampanye Tokyo Cool Biz itu mendorong pegawai meninggalkan jas dan dasi selama musim panas. Saat Suda datang ke kantor dengan mengenakan kaus polo, celana pendek selutut, dan sepatu kets pada 14 Juli, suhu udara di Tokyo mencapai sekitar 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan rata-rata 72%.

Jepang kembali menghadapi musim panas yang diperkirakan lebih panas setelah mencatat rekor suhu tertinggi pada musim panas tahun lalu. Rata-rata suhu nasional saat itu tercatat 2,36 derajat Celsius di atas rata-rata normal, sementara lebih dari 100.000 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat serangan panas (heatstroke).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Peringatan BMKG: Gelombang...
Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
Kemarau Makin Meluas,...
Kemarau Makin Meluas, BMKG Prediksi Potensi Hujan Lokal Masih Tetap Ada
Rekomendasi
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Dokter Ungkap Penentu...
Dokter Ungkap Penentu Jenis Kelamin Bayi Bukan dari Ibu, tapi Ayah
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
Berita Terkini
Tipis, IHSG Dibuka Merayap...
Tipis, IHSG Dibuka Merayap Naik ke 6.197 saat 528 Saham Malas Bergerak
Daftar Harga Emas Termurah...
Daftar Harga Emas Termurah hingga Paling Mahal usai Jatuh Rp4 Ribu per Gram
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved