Dunia Terpecah Belah, Investasi Kini Pakai Pendekatan Pertemanan
Kamis, 07 Maret 2024 - 14:55 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan iklim investasi di berbagai negara semakin tertekan. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan iklim investasi di berbagai negara semakin tertekan dan mengalami ketidakpastian akibat dunia yang terfragmentasi alias terpecah belah imbas konflik geopolitik dunia.
Menurutnya investasi dunia saat ini tidak lagi berdasarkan profitabilitas melainkan pendekatan lebih kepada teman atau bukan teman. Fenomena itu disebut friend shoring, dimana suatu negara lebih berfokus melakukan perdagangan atau investasi dengan negara mitra terdekatnya secara politik dibandingkan negara lain.
"Tentu kalau kita bicara tentang pembangunan perekonomian, kita tidak terlepas dari kondisi global yang sedang terjadi. Tadi juga sudah disampaikan dalam paparan pendek di awal bahwa kondisi global masih dipenuhi dengan ketegangan geopolitik yang ini tentu makin akan menekan minat investasi," ujar Sri Mulyani saat gelaran BRI Microfinance Outlook 2024, Kamis (7/3/2024).
Baca Juga: KPK Periksa Anak Buah Bahlil Soal Dugaan Suap Gubernur Maluku Utara
Masalah lain adalah masih tingginya inflasi global, meskipun sudah mengalami penurunan dibandingkan masa puncaknya, yaitu 2022-2023. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut perkara ini menyebabkan tekanan suku bunga global masih relatif tinggi.
"Ada harapan bahwa suku bunga global, ini maksudnya di negara-negara maju, akan mulai menurun, namun harapan ini akan sedikit di rem," ucap dia.
Menurutnya investasi dunia saat ini tidak lagi berdasarkan profitabilitas melainkan pendekatan lebih kepada teman atau bukan teman. Fenomena itu disebut friend shoring, dimana suatu negara lebih berfokus melakukan perdagangan atau investasi dengan negara mitra terdekatnya secara politik dibandingkan negara lain.
"Tentu kalau kita bicara tentang pembangunan perekonomian, kita tidak terlepas dari kondisi global yang sedang terjadi. Tadi juga sudah disampaikan dalam paparan pendek di awal bahwa kondisi global masih dipenuhi dengan ketegangan geopolitik yang ini tentu makin akan menekan minat investasi," ujar Sri Mulyani saat gelaran BRI Microfinance Outlook 2024, Kamis (7/3/2024).
Baca Juga: KPK Periksa Anak Buah Bahlil Soal Dugaan Suap Gubernur Maluku Utara
Masalah lain adalah masih tingginya inflasi global, meskipun sudah mengalami penurunan dibandingkan masa puncaknya, yaitu 2022-2023. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut perkara ini menyebabkan tekanan suku bunga global masih relatif tinggi.
"Ada harapan bahwa suku bunga global, ini maksudnya di negara-negara maju, akan mulai menurun, namun harapan ini akan sedikit di rem," ucap dia.
Lihat Juga :