Nggak Main-main! Ini Potensi Ekonomi Hilirisasi Migas di Dalam Negeri

Rabu, 13 Maret 2024 - 10:25 WIB
Hilirisasi migas yang akan dilaksanakan pada 2025-2040 tersebut, beberb dia, diproyeksikan berpotensi memberikan dampak positif terhadap kinerja sektor moneter Indonesia dan stabilitas nilai tukar rupiah. "Pelaksanaan hilirisasi migas diproyeksi akan menghemat penggunaan devisa impor sekitar USD73,30 miliar atau setara dengan Rp1.134 triliun," tuturnya.

Salah satu bentuk hilirisasi migas adalah industri kilang. Menurut Komaidi, sampai saat ini industri kilang migas masih berperan penting terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan data, jelas dia, industri kilang migas memiliki keterkaitan dengan sekitar 93 sektor ekonomi pendukung sebagai pemasok input dan dengan 183 sektor ekonomi pengguna yang menggunakan hasil produksi dari industri kilang.

Peran penting industri kilang juga terlihat dari alokasi hasil produksi. Sekitar 67,25 % output industri kilang dialokasikan sebagai input atau bahan baku untuk sekitar 183 sektor ekonomi penggunanya. Sementara sekitar 32,75 % output industri kilang dialokasikan untuk memenuhi permintaan akhir atau konsumsi yang tidak terkait dengan proses produksi.

Berdasarkan analisis model Input-Output (IO), jelas Komaidi, industri kilang memiliki total nilai efek pengganda (multiplier effect) ekonomi dari keterkaitan dengan sektor pendukung dan penggunanya sebesar 9,1604. "Artinya, jika terdapat tambahan investasi sebesar Rp1 triliun pada industri kilang, total manfaat ekonomi yang berpotensi dapat tercipta dalam seluruh struktur perekonomian

Indonesia adalah sekitar Rp9,16 triliun," tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!