Aeon Buka Mal Terbesar di Asia Tenggara, 12 Kali Luas Lapangan Bola
Senin, 25 Maret 2024 - 16:38 WIB
Aeon Mall Deltamas resmi beroperasi pada akhir pekan lalu, yang tercatat sebagai mal Aeon terbesar se-Asia Tenggara dengan luas lahan sewa 85.000 meter persegi atau nyaris 12 kali luas lapangan sepak bola. Foto/Dok
BEKASI - Aeon Mall Deltamas yang resmi beroperasi untuk publik pada akhir pekan lalu tercatat sebagai mal Aeon terbesar se-Asia Tenggara . Kompleks pusat perbelanjaan ini memiliki luas lahan sewa 85.000 meter persegi atau nyaris 12 kali luas lapangan sepak bola standar internasional!
Sementara itu, total luas lahan mal ini mencapai 200.000 meter persegi termasuk fasilitas parkir dan fasilitas pendukung lainnya. Aeon Mall Deltamas yang berlokasi di Kota Deltamas, Hegarmukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, terdiri atas tiga lantai dengan lebih dari 300 tenant.
Ini merupakan mal kelima Aeon di Indonesia sekaligus menjadi proyek kedua hasil joint venture Aeon Mall Co. Ltd. Japan dan Sinar Mas Land. Baca Juga: Gerai Pertama Terpisah, AEON Store Alam Sutera Siap Melayani Pelanggan
Menurut General Manager Aeon Mall Deltamas, Takayuki Akaho, mal ini mengusung konsep nature, future, Japanese dan entertainment. Takayuki mengatakan, pihaknya menerapkan konsep tersebut dengan pertimbangan pascapandemi COVID-19, banyak masyarakat ingin menghabiskan waktu di tempat terbuka bernuansa alam.
Sementara itu, total luas lahan mal ini mencapai 200.000 meter persegi termasuk fasilitas parkir dan fasilitas pendukung lainnya. Aeon Mall Deltamas yang berlokasi di Kota Deltamas, Hegarmukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, terdiri atas tiga lantai dengan lebih dari 300 tenant.
Ini merupakan mal kelima Aeon di Indonesia sekaligus menjadi proyek kedua hasil joint venture Aeon Mall Co. Ltd. Japan dan Sinar Mas Land. Baca Juga: Gerai Pertama Terpisah, AEON Store Alam Sutera Siap Melayani Pelanggan
Menurut General Manager Aeon Mall Deltamas, Takayuki Akaho, mal ini mengusung konsep nature, future, Japanese dan entertainment. Takayuki mengatakan, pihaknya menerapkan konsep tersebut dengan pertimbangan pascapandemi COVID-19, banyak masyarakat ingin menghabiskan waktu di tempat terbuka bernuansa alam.
Lihat Juga :