UU Titanic Bisa Untungkan Pemilik Kapal Penabrak Jembatan Baltimore

Kamis, 28 Maret 2024 - 11:03 WIB
Hukum maritim 1851 dapat secara signifikan mengurangi beban keuangan Grace Ocean dengan membatasi pertanggungjawabannya pada nilai pasca-kecelakaan kapal dan pendapatan pengangkutan yang dihasilkannya, menurut Martin Davies, direktur Pusat Hukum Maritim Universitas Tulane. Potensi keringanan ini dapat berarti perbedaan antara tanggung jawab puluhan juta dolar dibandingkan dengan jumlah total klaim kerusakan.

Aspek asuransi dari insiden ini sedang dalam pengawasan, dengan sekitar 90% kargo maritim global diasuransikan melalui entitas yang terkait dengan International Group of Protection and Indemnity Clubs. Cakupan asuransi Dali menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana perlindungan dan peran kelalaian atau kegagalan mekanis dalam kecelakaan tersebut.

Baca Juga: 5 Fakta Tragedi Jembatan Francis Scott Key di Baltimore

Buntut dari tabrakan tersebut juga telah membawa perhatian pada kompleksitas asuransi dan pertanggungjawaban maritim, terutama dalam menentukan tanggung jawab dan pertanggungan atas kerusakan yang terjadi. Proses hukum di bawah hukum 1851 telah diantisipasi, yang berpotensi mempengaruhi penanganan klaim dan pembayaran asuransi.

Beberapa ahli telah menimbang potensi kerugian akibat bencana ini, dengan beberapa membandingkannya dengan tenggelamnya Costa Concordia di lepas pantai Italia pada tahun 2012, sebuah peristiwa yang menyebabkan kerugian asuransi kelautan sebesar USD1,5 miliar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!