Kisah Kasan dan Hanik, UMKM Naik Kelas yang Tembus Alfmart
Kamis, 28 Maret 2024 - 17:19 WIB
Pada 2021, usahanhya berbuah hasil. Kerupuk Padang Pasir berhasil masuk di Alfamart. Kebanggan baginya karena bisa memenuhi standar ritel modern, sehingga membuka peluang pasar yang lebih luas.
"Alhamdulillah, kami bisa suplai ke lebih dari 100 toko Alfamart di Kabupaten Jember. Produk kami pun diterima konsumen yang lebih banyak lagi dan menjadi pilihan utama masyarakat Jember yang membeli krupuk di Alfamart,” ucap Kasan.
Cerita serupa juga ada di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Haniatus Zunaenah atau yang akrab dipanggil Hanik, memulai usahanya membuat peyek kacang satu dekade lalu pada tahun 2014.
Hanik memulai usaha dengan menjajakan ke tiap warung-warung di sekitar jalur pantura sekitar rumahnya. Tahun-tahun pertama ia rasakan cukup lancar meski penjualan tidak terlalu besar. Usaha yang Hanik ini pun sempat mendapat tentangan dari suami karena rasa cemas akan gagal pula di akhir.
Namun, Hanik tetap tekun menjalankan usaha, hingga jalan sukses itu mulai terbuka sedikit demi sedikit. Pada 2022, dia berkesempatan untuk mengikuti sesi kurasi produk lokal oleh Alfamart.
Diakui Hanik, seleksi produk UMKM untuk tembus pasaran Alfamart cukup ketat. Dari 4 produk olahan peyek miliknya, yakni peyek teri, peyek rebon, peyek kacang tanah, dan peyek kacang hijau, hanya satu yang bisa lolos seleksi.
"Alhamdulillah, kami bisa suplai ke lebih dari 100 toko Alfamart di Kabupaten Jember. Produk kami pun diterima konsumen yang lebih banyak lagi dan menjadi pilihan utama masyarakat Jember yang membeli krupuk di Alfamart,” ucap Kasan.
Cerita serupa juga ada di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Haniatus Zunaenah atau yang akrab dipanggil Hanik, memulai usahanya membuat peyek kacang satu dekade lalu pada tahun 2014.
Hanik memulai usaha dengan menjajakan ke tiap warung-warung di sekitar jalur pantura sekitar rumahnya. Tahun-tahun pertama ia rasakan cukup lancar meski penjualan tidak terlalu besar. Usaha yang Hanik ini pun sempat mendapat tentangan dari suami karena rasa cemas akan gagal pula di akhir.
Namun, Hanik tetap tekun menjalankan usaha, hingga jalan sukses itu mulai terbuka sedikit demi sedikit. Pada 2022, dia berkesempatan untuk mengikuti sesi kurasi produk lokal oleh Alfamart.
Diakui Hanik, seleksi produk UMKM untuk tembus pasaran Alfamart cukup ketat. Dari 4 produk olahan peyek miliknya, yakni peyek teri, peyek rebon, peyek kacang tanah, dan peyek kacang hijau, hanya satu yang bisa lolos seleksi.
Lihat Juga :