Gabungkan BUMN Penerbangan dan Pariwisata, Erick Tepis Tudingan Monopoli

Senin, 17 Agustus 2020 - 07:51 WIB
Foto/Ilustrasi/Dok Kemenparekraf
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mencanangkan penggabungan perusahaan plat merah sektor penerbangan dengan pariwisata. Hal itu merupakan salah satu persiapan sebelum memasuki era adaptasi kebiasaan baru.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 memaksa adanya sebuah perubahan pada BUMN. Dia menyebut, dalam transformasi yang dilakukan pihaknya memperbaiki model bisnis BUMN akan menjadi salah satu fokus utama, dengan salah satunya menggabungkan suatu perusahaan plat merah dengan sektor pendukung.



"Ini kita coba lakukan value chain, supply chain. Contoh kemarin saja misalnya dalam klaster yang sudah disetujui Bapak Presiden kita menggabungkan industri turis dan pendukungnya. Di mana Angkasa Pura I dan II, Garuda, Citilink, Hotel Indonesia dengan kawasan wisata seperti Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur bahkan Sarinah," ujar Erick dalam diskusi virtual, Minggu (16/8/2020).

Dia menambahkan, melalui penggabungan BUMN penerbangan, dengan maskapai dan tempat wisata menjadi satu payung adalah cara pemerintah dalam meningkatkan kemampuan bersaing dengan negara-negara tetangga, seperti Thailand. (Baca juga: Suzuki GSX-S150 Special Version, Kedok Berubah Total )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!