Analis Prediksi Nasib Bitcoin Usai Halving Keempat
Selasa, 30 April 2024 - 19:57 WIB
Sedangkan, selama enam bulan terakhir ini, nilai BTC telah naik sekitar 140%. Sebagai perbandingan, selama periode waktu yang sama, harga Ethereum, yaitu mata uang kripto terbesar kedua, hanya meningkat sebesar 85%.
"Namun situasi saat ini unik. Pertama kalinya, Bitcoin melampaui puncak sebelumnya sebelum halving, mencapai USD73.000 di bulan Maret 2024," ungkap analis keuangan dari Octa, Kar Yong Ang dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa (30/4/2024).
Baca Juga: Presale NFT Ghozali Everyday Edisi Kedua Dibuka, Termurah Rp2,6 Jutaan
Dia menambahkan bahwa permintaan dari ETF bitcoin AS yang diluncurkan di bulan Januari merupakan faktor utama peningkatan harga tersebut. Pada saat yang sama, penghasilan para penambang berkurang tepat setengah. Sehingga, mereka perlu menghabiskan dua kali lipat waktu dan listrik untuk mendapatkan jumlah mata uang kripto yang sama. Karena harga energi tidak murah, para pemain terlemah diperkirakan akan meninggalkan pasar.
"Dalam kata lain, kami memperkirakan kurangnya pasokan dengan permintaan yang meningkat akan berpengaruh besar pada harga," ujarnya.
"Namun situasi saat ini unik. Pertama kalinya, Bitcoin melampaui puncak sebelumnya sebelum halving, mencapai USD73.000 di bulan Maret 2024," ungkap analis keuangan dari Octa, Kar Yong Ang dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa (30/4/2024).
Baca Juga: Presale NFT Ghozali Everyday Edisi Kedua Dibuka, Termurah Rp2,6 Jutaan
Dia menambahkan bahwa permintaan dari ETF bitcoin AS yang diluncurkan di bulan Januari merupakan faktor utama peningkatan harga tersebut. Pada saat yang sama, penghasilan para penambang berkurang tepat setengah. Sehingga, mereka perlu menghabiskan dua kali lipat waktu dan listrik untuk mendapatkan jumlah mata uang kripto yang sama. Karena harga energi tidak murah, para pemain terlemah diperkirakan akan meninggalkan pasar.
"Dalam kata lain, kami memperkirakan kurangnya pasokan dengan permintaan yang meningkat akan berpengaruh besar pada harga," ujarnya.
Lihat Juga :