Kebijakan Open Banking Bisa Bikin Punah Eksistensi Bank

Selasa, 18 Agustus 2020 - 19:59 WIB
Menurut dia, interaksi langsung antara nasabah dan fintech akan mengaburkan posisi bank sebagai penyedia jasa keuangan utama. Kedua, risiko reputasi. Open banking menimbulkan risiko reputasi bagi bank apabila fintech yang bekerj sama dengan bank memiliki governance yang buruk dan rentan akan perilaku fraud. ( Baca juga:Soal Penemuan Obat Corona dari Unair, Ini Respons Satgas )

"Persepsi buruk dari fintech akan berdampak langsung terhadap bank," ujarnya.

Ketiga, tantangan transformasi. Implementasi open banking menuntut bank untuk dapat bertransformasi baik dari aspek strategis maupun aspek teknis.

Bank perlu memandang transformasi ini sebagai suatu keharusan dan bukan pilihan agar tetap dapat bertahan di era digital. Padahal, banyak terdapat peluang jika menerapkan open banking di antaranya mendorong inovasi produk atau jasa keuangan.

"Di sini bank memiliki ruang inovasi yang lebih luas untuk tetap dapat bersaing, khususnya dengan fintech. Posisi bank sebagai 'data keeper' nasabah menjadi bargain bank untuk bekerja sama dengan fintech," jelas dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!