Laba Permatabank Tumbuh 24,2% di Smester I 2020
Selasa, 18 Agustus 2020 - 23:25 WIB
Sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dampak pandemi, di semester I Permata telah mengalokasikan biaya pencadangan penurunan kualitas aset yang cukup signifikan sebesar Rp1,1 triliun dengan memperhitungkan potensi peningkatan kerugian kredit sebagai akibat dari perlambatan pertumbuhan perekonomian yang berdampak pada profil risiko portofolio kredit.
Di tengah tantangan yang timbul sebagai dampak pandemi terhadap pertumbuhan kredit yang diberikan, bank tetap memfokuskan penyaluran kredit bagi nasabah yang sehat. Penurunan kredit yang diberikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan kredit yang dikontribusikan oleh perlambatan pertumbuhan perekonomian di Indonesia dan penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas portofolio kredit.
Posisi likuiditas bank juga terjaga dengan baik dibuktikan dengan rasio likuiditas LDR optimum sebesar 80,7% di bulan Juni 2020 dan rasio CASA yang cukup kuat sebesar 52,1%. Pertumbuhan tabungan dan giro sebesar 11% yoy menunjukkan bahwa Pemata terus memainkan peranan penting.
Di tengah tantangan yang timbul sebagai dampak pandemi terhadap pertumbuhan kredit yang diberikan, bank tetap memfokuskan penyaluran kredit bagi nasabah yang sehat. Penurunan kredit yang diberikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan kredit yang dikontribusikan oleh perlambatan pertumbuhan perekonomian di Indonesia dan penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas portofolio kredit.
Posisi likuiditas bank juga terjaga dengan baik dibuktikan dengan rasio likuiditas LDR optimum sebesar 80,7% di bulan Juni 2020 dan rasio CASA yang cukup kuat sebesar 52,1%. Pertumbuhan tabungan dan giro sebesar 11% yoy menunjukkan bahwa Pemata terus memainkan peranan penting.
(uka)
Lihat Juga :