Laba Permatabank Tumbuh 24,2% di Smester I 2020
Selasa, 18 Agustus 2020 - 23:25 WIB
Foto/SINDOnews
JAKARTA - PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) mencatat kinerja perusahaan semester I 2020. Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak dari pandemi, Permata tetap membukukan pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan sebesar 24,2%.
Direktur Utama Permata Bank Ridha D.M. Wirakusumah mengatakan, di semester I ini pihaknya bersyukur dapat tetap menjaga pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan, didukung dengan posisi likuiditas dan permodalan yang kuat.
"Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali yang baru sangat berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan bisnis Permata dalam jangka panjang, dengan sinergi bisnis yang menyeluruh baik di sektor UMKM maupun korporasi," kata Ridha dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa (18/8/2020).
Permata mencatatkan pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp1,7 triliun, tumbuh 24,2% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Permata juga terus mengupayakan disiplin dalam manajemen biaya operasional, sehingga rasio efisiensi juga menunjukkan perbaikan dengan rasio cost to nncome ratio (CIR) tercatat sebesar 58,7%, membaik secara signifikan dibandingkan posisi tahun lalu sebesar 62,8%.( Baca juga:Bangun Jalan Tol Terpanjang di Indonesia, Hutama Karya Pakai Produk Lokal )
Direktur Utama Permata Bank Ridha D.M. Wirakusumah mengatakan, di semester I ini pihaknya bersyukur dapat tetap menjaga pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan, didukung dengan posisi likuiditas dan permodalan yang kuat.
"Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali yang baru sangat berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan bisnis Permata dalam jangka panjang, dengan sinergi bisnis yang menyeluruh baik di sektor UMKM maupun korporasi," kata Ridha dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa (18/8/2020).
Permata mencatatkan pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp1,7 triliun, tumbuh 24,2% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Permata juga terus mengupayakan disiplin dalam manajemen biaya operasional, sehingga rasio efisiensi juga menunjukkan perbaikan dengan rasio cost to nncome ratio (CIR) tercatat sebesar 58,7%, membaik secara signifikan dibandingkan posisi tahun lalu sebesar 62,8%.( Baca juga:Bangun Jalan Tol Terpanjang di Indonesia, Hutama Karya Pakai Produk Lokal )
Lihat Juga :