Mengukur Kekuatan Nilai Tukar Mata Uang Rubel Rusia di Tengah Sanksi Barat

Senin, 13 Mei 2024 - 14:01 WIB
Nilai tukar Rubel Rusia terus mengalami tekanan di tengah peristiwa geopolitik dan ketegangan yang melibatkan Rusia dan negara tetangganya seperti Ukraina. Berikut nilai tukar mata uang Rusia di tahun 2024. Foto/Dok
JAKARTA - Nilai tukar Rubel Rusia terus mengalami tekanan di tengah peristiwa geopolitik dan ketegangan yang melibatkan Rusia dan negara tetangganya seperti Ukraina . Nilai rubel terus tergerus akibat beberapa krisis dan konflik yang memperburuk hubungan Rusia dengan Barat dan negara-negara lain.

Rubel termasuk sebagai salah satu mata uang tertua di dunia. Penggunaannya sendiri diperkirakan sudah bermula sekitar abad ke-13.



Baca Juga: Lonjakan Inflasi Hantam Rusia, Bank Sentral Naikkan Suku Bunga Jadi 15%

Pada perkembangannya, mata uang ini mengalami kondisi yang bisa dibilang naik-turun. Kendati begitu, Rubel tetap bertahan hingga era modern dan masih menjadi mata uang nasional Rusia sampai sekarang.

Mata uang Rusia ini sempat ambruk pada paruh kedua tahun 2014, kehilangan sekitar setengah nilainya terhadap dollar AS karena anjloknya harga minyak global. Sanksi ekonomi dan keuangan yang diberlakukan oleh AS dan Uni Eropa terhadap Rusia pada bulan Juli 2014 atas invasi dan aneksasi mereka terhadap Krimea juga berkontribusi.

Baca Juga: Capai 95%, Dedolarisasi dalam Perdagangan Rusia-China Hampir Tuntas

Tak berhenti sampai disitu, nilai Rubel terhadap mata uang lain juga mengalami perubahan signifikan setelah invasi Rusia ke Ukraina. Sebagai contoh, mata uang ini sempat mencapai titik terendah pada akhir Maret 2022.

Namun, kondisi tersebut berangsur pulih beberapa minggu berselang. Salah satu penyebabnya tak lain karena harga energi yang waktu itu juga melambung tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!