Penyaluran Bansos Tuai Pujian, Pos Indonesia Berkomitmen Jaga Kualitas
Minggu, 19 Mei 2024 - 16:37 WIB
"Sangat efektif karena di DIY ini kan masih ada locus-locus yang benar-benar pedalaman di beberapa kabupaten, seperti Kulonprogo, Gunung Kidul, dan Sleman. Artinya, masih ada beberapa daerah yang masih sulit diakses. Dengan adanya metode door to door yang dilakukan PT Pos Indonesia sangat membantu penerimanya, terutama bagi mereka yang lansia dan tidak punya siapa-siapa," lanjutnya.
Kinerja Pos IND yang mengedepankan sinergitas dan kolaborasi ini menuai pujian dari pemberi amanah, dalam hal ini Kementerian Sosial. Dinas Sosial baik di provinsi hingga tingkat kabupaten pun merasakan hal yang sama.
"Terima kasih sekali dengan. PT Pos Indonesia yang sudah membantu program pemerintah bersama-sama untuk tujuannya tepat sasaran dan tepat manfaat. Selain itu juga akuntabel karena bisa dipertanggungjawabkan," tuturnya.
Direktur Bisnis Jasa Keuangan Pos Indonesia Haris mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyaluran bansos PKH dan Sembako hingga 97% dari total 4 juta KPM yang ditargetkan. "Ada memang beberapa perubahan data (penerima bantuan/KPM di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Jadi, kami belum bisa saat ini menyalurkan sampai 100%," katanya.
Haris memastikan Pos Indonesia terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendapatkan data-data baru KPM. Sehingga penyaluran bansos juga bisa diterima KPM yang belum mendapatkan.
Kinerja Pos IND yang mengedepankan sinergitas dan kolaborasi ini menuai pujian dari pemberi amanah, dalam hal ini Kementerian Sosial. Dinas Sosial baik di provinsi hingga tingkat kabupaten pun merasakan hal yang sama.
"Terima kasih sekali dengan. PT Pos Indonesia yang sudah membantu program pemerintah bersama-sama untuk tujuannya tepat sasaran dan tepat manfaat. Selain itu juga akuntabel karena bisa dipertanggungjawabkan," tuturnya.
Direktur Bisnis Jasa Keuangan Pos Indonesia Haris mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyaluran bansos PKH dan Sembako hingga 97% dari total 4 juta KPM yang ditargetkan. "Ada memang beberapa perubahan data (penerima bantuan/KPM di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Jadi, kami belum bisa saat ini menyalurkan sampai 100%," katanya.
Haris memastikan Pos Indonesia terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendapatkan data-data baru KPM. Sehingga penyaluran bansos juga bisa diterima KPM yang belum mendapatkan.
Lihat Juga :