BRI Berhasil Salurkan KUR Hingga Rp59,96 Triliun di Akhir April 2024
Selasa, 28 Mei 2024 - 10:26 WIB
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari. (Foto: dok BRI)
JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus lakukan percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Tercatat, BRI telah berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp59,96 triliun kepada 1,2 juta debitur sepanjang Januari hingga April 2024. Pencapaian tersebut setara 36 persen dari target penyaluran KUR yang dibreakdown oleh pemerintah kepada BRI di tahun 2024, yaitu sebesar Rp165 triliun.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan bahwa mayoritas KUR BRI disalurkan kepada sektor produksi dengan proporsi mencapai 55,95 persen.
"Secara umum, strategi bisnis mikro BRI di tahun 2024 akan fokus pada pemberdayaan berada di depan pembiayaan. BRI sebagai bank yang berkomitmen kepada UMKM telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar, integrasi, hingga interkoneksi," tutur Supari.
Dia melanjutkan, BRI akan terus menjalankan strategi yang telah dilaksanakan selama ini guna mendorong penyaluran KUR. Strategi tersebut melalui konsep revitalisasi tenaga pemasar mikro yang merupakan financial advisor dengan konsep penguasaan ekosistem suatu wilayah. Hal tersebut akan menjadi tulang punggung pelaksanaan program-program pemberdayaan yang digagas BRI, seperti Desa BRILiaN, Klasterkuhidupku, Figur Inspiratif Lokal (FIL), dan LinkUMKM (platform pemberdayaan online).
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan bahwa mayoritas KUR BRI disalurkan kepada sektor produksi dengan proporsi mencapai 55,95 persen.
"Secara umum, strategi bisnis mikro BRI di tahun 2024 akan fokus pada pemberdayaan berada di depan pembiayaan. BRI sebagai bank yang berkomitmen kepada UMKM telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar, integrasi, hingga interkoneksi," tutur Supari.
Dia melanjutkan, BRI akan terus menjalankan strategi yang telah dilaksanakan selama ini guna mendorong penyaluran KUR. Strategi tersebut melalui konsep revitalisasi tenaga pemasar mikro yang merupakan financial advisor dengan konsep penguasaan ekosistem suatu wilayah. Hal tersebut akan menjadi tulang punggung pelaksanaan program-program pemberdayaan yang digagas BRI, seperti Desa BRILiaN, Klasterkuhidupku, Figur Inspiratif Lokal (FIL), dan LinkUMKM (platform pemberdayaan online).
Lihat Juga :