Atasi Dampak Perubahan Iklim, Pemerintah Sudah Habiskan Rp569 T

Rabu, 29 Mei 2024 - 17:36 WIB
Dampak perubahan iklim menjadi salah satu kengerian dunia di masa mendatang. FOTO/iStock
JAKARTA - Perubahan iklim menjadi salah satu isu yang sedang disorot dunia, tak terkecuali Indonesia. Menurut Kementerian Keuangan, Indonesia telah menghabiskan rata-rata Rp 81 triliun per tahun untuk menghadapi krisis tersebut.

Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Bobby Wahyu Hernawan menyebut pengeluaran belanja aksi perubahan iklim telah dilakukan sejak 2016 lalu. Dia mengungkapkan bahwa angka rata-rata Rp 81 triliun yang dianggarkan setara dengan 3,5% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).



"Kumulatif realisasi belanja aksi perubahan iklim pemerintah pusat sejak 2016 hingga 2022 mencapai Rp569 triliun. Pengeluaran belanja aksi perubahan iklim rata-rata Rp 81 triliun atau 3,5% dari APBN," ujar Bobby dalammedia gathering yang digelar di Bogor, Rabu (29/5/2024).

"Adapun komposisi dari total anggaran, sebanyak 58,5% atau Rp 332 triliun untuk langkah mitigasi, 37,6% atau Rp 214 triliun untuk adaptasi, dan 3,9% atau Rp 22,4 triliun untuk Co-Benefit," tambahnya.

Baca Juga: Venezuela Kehilangan Semua Gletsernya, Pertanda Krisis Iklim Global Semakin Nyata

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kebutuhan pendanaan aksi mitigasi berdasarkan BUR-3 untuk tahun 2018 - 2030 sendiri adalah sebesar Rp 4.002,44 triliun atau rata-rata Rp 307,88 triliun pertahun. Sementara, total pendanaan mitigasi dari APBN (aksi mitigasi & co-benefit) untuk tahun 2018-2022 sebesar Rp 217,83 triliun atau rata-rata Rp 43,57 triliun pertahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!