Menetrasi Kalangan Milenial dan Gen Z, CNI Lakukan Transformasi Bisnis

Rabu, 05 Juni 2024 - 07:32 WIB
Sejak berdiri pada tahun 1986, CNI menerapkan strategi pemasaran berjenjang (multilevel marketing/MLM). MLM atau Multi Level Marketing adalah sebuah strategi pemasaran dengan skema yang terdiri dari anggota upline dan downline.

Tepat di hari ulang tahun yang ke-37 pada 1 Oktober 2023 yang lalu, CNI memutuskan untuk mengakhiri keanggotaannya diAsosiasi Penjualan Langsung Indonesia(APLI) dan meninggalkan skema MLM dalam memasarkan produk-produknya. CNI kini fokus pada pemasaran berbasisMixed Marketing Concept (MMC). Tentunya upaya ini adalah untuk menjawab tantangan persaingan bisnis dan adanya pergeseran tren pasar yang semakin mengusung proses digitalisasi.

Melalui Mixed Marketing Concept, produk CNI dapat menjangkau konsumen dengan lebih luas lagi, karena dapat dibeli secaraofflinedan secaraonlinedimarketplace. MMC merupakan penggabungan keunggulan dari konsep pemasaran offline, online serta pemasaran langsung yang mencakup penjualan pribadi, berjenjang, berjenjang terbatas, serta mengadopsi sebagian sistem franchise.

“Sebagai pelaku bisnis, kita dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan zaman. Demikian juga CNI yang akan selalu inovatif, kreatif dan adaptif dalam menjalankan roda bisnis, khususnya yang berkaitan dengan dunia digital. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk meninggalkan skema MLM dan beralih ke Mixed Marketing Concept,” terang CEOCNI IndonesiaAbrian Natan, dalam keterangan pers saat itu.

Keputusan ini diambil untuk menciptakan image baru CNI sebagai perusahaanlifestyleyang dapat diterima kalangan milenial dan Gen Z. Maka, untuk dapat terus berjalan beriringan dengan zaman, sebuah logo baru memang diperlukan sebagai identitas perusahaan yang akan diterima kalangan muda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!