Industri Gaming Hadapi Kesenjangan Gender, Pengembang Game Wanita hanya 30%

Kamis, 06 Juni 2024 - 20:53 WIB
"Kehadiran perempuan dalam berbagai landskap pengembangan video game sangat menginspirasi. Saya berharap perempuan mendapatkan apresiasi yang lebih besar sehingga kedepannya mendorong perempuan lain yang tertarik mengejar karir di bidang game," kata dia dalam pernyataannya, dikutip Kamis (6/6/2024).

Untuk mengatasi tantangan ini, Victoria berpendapat bahwa pembentukkan sistem pendukung atau komunitas yang dirancang bagi perempuan muda yang tertarik di bidang game menjadi penting.

"Platform semacam ini akan menjadi fasilitas yang baik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman belajar bersama. Selain itu, pembagian beasiswa bagi perempuan di dunia game juga perlu dikontribusikan secara khusus untuk meningkatkan akses terhadap peluang pendidikan dan pelatihan," imbuhnya.

Baca Juga: Gamer Ajaib Berusia 13 Tahun Taklukkan Video Game Tetris dalam 38 Menit

Kontribusi Victoria pada industri ini telah memberinya peluang untuk bekerja sama dengan franchise terkenal seperti Avatar: The Last Airbender, Teenage Mutant Ninja Turtles, Stranger Things, dan Transformers. Victoria juga bekerja di studio-studio terkemuka, seperti Blizzard Entertainment dan Hasbro, Inc. Kisah Victoria merupakan salah satu contoh dari banyak figur perempuan berprestasi di industri video game. Dengan membina lingkungan yang inklusif dan mendukung, kedepannya diharapkan industri video game semakin terbuka dengan potensi-potensi talent terbaiknya tanpa memandang gender.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!