80 Juta Pekerjaan Bakal Lenyap karena Kemajuan Teknologi
Kamis, 13 Juni 2024 - 07:52 WIB
"Mungkin sudah kita rasakan saat sekarang ya, dari berbagai sektor otomatisasi ini banyak menggantikan tenaga kerja manusia konvensional gitu. Kan di jumlah sekitar 60 juta, 80 juta, karena memang akan ada gap," jelasnya.
Oleh sebab itu, selama ini pemerintah tengah mendorong tenaga kerja di sektor-sektor industri padat karya. Bahkan diakuinya, ke depan, pemerintah tengah mencoba mengadopsi digitalisasi meski tentunya akan ada konsekuensi dari otomatisasi tersebut.
"Nah, dalam hal ini kita gak bisa menolak ya dari perkembangan ekonomi digital kita gitu. Karena ini sudah menjadi keniscayaan. Kalau enggak kita akan ketinggalan," imbuh Chairul.
Chairul juga menilai, diperlukan mitigasi salah satunya dengan menyiapkan tenaga kerja yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Selanjutnya, pemberdayaan tenaga kerja serta membangun nilai-nilai budaya lifelong learning disini.
"Jadi kita lihat bahwa perlu ada skill set yang kita perlu set up disini. Either itu menjangkau dari pendidikan formal maupun formal. Kita harus menciptakan kesiapan dari manusianya itu sendiri," tutupnya.
Oleh sebab itu, selama ini pemerintah tengah mendorong tenaga kerja di sektor-sektor industri padat karya. Bahkan diakuinya, ke depan, pemerintah tengah mencoba mengadopsi digitalisasi meski tentunya akan ada konsekuensi dari otomatisasi tersebut.
"Nah, dalam hal ini kita gak bisa menolak ya dari perkembangan ekonomi digital kita gitu. Karena ini sudah menjadi keniscayaan. Kalau enggak kita akan ketinggalan," imbuh Chairul.
Chairul juga menilai, diperlukan mitigasi salah satunya dengan menyiapkan tenaga kerja yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Selanjutnya, pemberdayaan tenaga kerja serta membangun nilai-nilai budaya lifelong learning disini.
"Jadi kita lihat bahwa perlu ada skill set yang kita perlu set up disini. Either itu menjangkau dari pendidikan formal maupun formal. Kita harus menciptakan kesiapan dari manusianya itu sendiri," tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :