Trader: Kebijakan FCA Bikin Investor Cemas Bakal Kehilangan Likuiditas

Kamis, 13 Juni 2024 - 09:33 WIB
Michael Yeoh, menilai skema baru ini membuat bingung sebagian investor sekaligus dikhawatirkan sulit untuk melepas sesuai harga yang diinginkan. Menurutnya terdapat beberapa saham dengan bobot besar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masuk dalam PPK, sehingga hal ini dikhawatirkan menjadi ‘pemberat’ bagi laju indeks komposit.

Salah satunya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Namun data terakhir menunjukkan BREN mengalami auto rejection atas (ARA) tiga hari bursa berturut-turut sejak Senin (10/6).

“BREN ini punya market cap besar, jadi geraknya mempengaruhi IHSG. Lambat laun ini akan terus mempengaruhi indeks,” paparnya.

Ia juga memberikan catatan terkait beberapa poin dari FCA yang menjadi sorotan, salah satunya soal persyaratan yang diatur dengan free float di angka 7,5%. Jadi bila free float di bawah 7,5%, maka bisa dimasukkan FCA.

"Kalau kita bicara secara teknis, kinerja perusahaan baik, fundamental oke dengan rutin membagikan dividen. Tapi karena hanya masalah taktis, kurangnya saham yang beredar di masyarakat itu dimasukkan ke FCA. Akibatnya apa? bukannya sahamnya semakin likuid, tapi semakin hilang likuiditas," bebernya.

Pada akhirnya Ia berharap kebijakan FCA ini lebih transparan, meski pada dasarnya Michael Yeoh setuju dengan call auction.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!