Dua Raksasa Eropa Batalkan Investasi Smelter Nikel RI Senilai Rp42 Triliun
Jum'at, 28 Juni 2024 - 16:55 WIB
Namun, terkait penggunaan nama proyek Sonic Bay itu nantinya akan tergantung pada perusahaan mitra yang akan menggarap fasilitas smelter nikel dan kobalt di wilayah Maluku Utara tersebut. "Itu nanti judulnya lain tergantung mitranya," sambung Arifin.
Sebagai informasi, Sonic Bay merupakan proyek smelter nikel-kobalt untuk bahan baku baterai kendaraan listrik di Kawasan Industri Teluk Weda, Maluku Utara yang ditargetkan akan berproduksi pada 2026.
Baca Juga: Perdana, Freeport Kirim Konsentrat Tembaga ke Smelter Baru di Gresik
Awalnya, BASF dan Eramet akan menananmkan modalnya di sektor hiliisasi baterai kendaraan listrik senilai USD2,6 miliar atau Rp42,7 triliun. Namun, dalam perjalanannya keduanya memutuskan untuk membatalkan rencana investasI tersebut setelah melakukan berbagai evaluasi.
Sebagai informasi, Sonic Bay merupakan proyek smelter nikel-kobalt untuk bahan baku baterai kendaraan listrik di Kawasan Industri Teluk Weda, Maluku Utara yang ditargetkan akan berproduksi pada 2026.
Baca Juga: Perdana, Freeport Kirim Konsentrat Tembaga ke Smelter Baru di Gresik
Awalnya, BASF dan Eramet akan menananmkan modalnya di sektor hiliisasi baterai kendaraan listrik senilai USD2,6 miliar atau Rp42,7 triliun. Namun, dalam perjalanannya keduanya memutuskan untuk membatalkan rencana investasI tersebut setelah melakukan berbagai evaluasi.
(nng)
Lihat Juga :