Juni 2024 Terjadi Deflasi 0,08% Imbas Harga Mamin Mengalami Penurunan

Senin, 01 Juli 2024 - 12:04 WIB
Baca Juga: Surplus USD3,56 M, Neraca Perdagangan RI April 2024 Jaga Tren Positif 4 Tahun Beruntun

Imam menuturkan, kelompok pengeluaran penyumbang deflasi terbesar adalah makanan, minuman (mamin) dan tembakau dengan deflasi 0,49% dan memberikan andil deflasi 0,14%. Adapun komoditas penyumbang deflasi di antaranya bawang merah dengan andil 0,09%, tomat dengan andil 0,07% serta daging ayam ras yang memberikan andil 0,05%.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil inflasi di antaranya cabai rawit dan cabai merah dengan andil inflasi masing-masing 0,02 persen. Kemudian emas perhiasan, kentang, timun, sigaret kretek mesin tarif angkutan udara, ikan segar dan kopi bubuk dengan andil inflasi masing-masing 0,01 persen.

Imam menambahkan, jika dilihat sebaran inflasi bulanan menurut wilayah, maka sebanyak 26 dari 38 provinsi mengalami deflasi, sedangkan 12 lainnya mengalami inflasi.

"Deflasi terdalam sebesar 1,11 persen terjadi di Papua Selatan, sementara itu inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar 2,11 persen," pungkas Imam.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!