Ekonom Ini Ramal IHSG Tembus 7.000 di Akhir 2021, Lebaykah?
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 22:09 WIB
"Karena skema ini memungkinkan pembiayaan defisit tanpa memberi tekanan berlebih di pasar obligasi. Di saat yang sama juga mengurangi beban pemerintah," ujar Ezra.
Obligasi yang dikeluarkan dalam skema ini bisa diperdagangkan di pasar sekunder dan dapat digunakan oleh BI untuk operasi moneter. Baik pemerintah dan juga BI menekankan kebijakan ini adalah one-off policy dan untuk menjaga mekanisme pasar tetap baik BI hanya akan menjadi stand-by buyer.
Menariknya, saat pengumuman kebijakan burden sharing di bulan Juli lalu, pasar obligasi Indonesia membukukan kenaikan bulanan tertinggi di antara obligasi dengan peringkat negara yang sama.
"Kenaikan aliran dana asing hampir dua kali lipat di bulan Juli dibanding Juni. Ini menandakan toleransi investor cukup besar untuk kebijakan burden sharing ini," ujarnya.
Obligasi yang dikeluarkan dalam skema ini bisa diperdagangkan di pasar sekunder dan dapat digunakan oleh BI untuk operasi moneter. Baik pemerintah dan juga BI menekankan kebijakan ini adalah one-off policy dan untuk menjaga mekanisme pasar tetap baik BI hanya akan menjadi stand-by buyer.
Menariknya, saat pengumuman kebijakan burden sharing di bulan Juli lalu, pasar obligasi Indonesia membukukan kenaikan bulanan tertinggi di antara obligasi dengan peringkat negara yang sama.
"Kenaikan aliran dana asing hampir dua kali lipat di bulan Juli dibanding Juni. Ini menandakan toleransi investor cukup besar untuk kebijakan burden sharing ini," ujarnya.
(uka)
Lihat Juga :