IDX Carbon Prospektif, OJK Ungkap Rencana Pengembangan Bursa Karbon
Kamis, 04 Juli 2024 - 15:33 WIB
Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, Djustini Septiana dalam IDX Carbon Update, Kamis (4/7/2024). Foto/Dok
JAKARTA - Pengembangan bursa karbon atau IDX Carbon terus menjadi perhatian regulator. Besarnya angka emisi karbon di Indonesia dinilai prospektif sekaligus menjadi peluang bagi pasar karbon dalam negeri.
“Ditinjau dari sisi jumlah karbon di Indonesia, pengembangan bursa karbon ini masih bisa terus ditingkatkan,” kata Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, Djustini Septiana dalam IDX Carbon Update, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga: Blue Carbon Didorong Selaraskan Ekonomi dan Pengendalian Iklim
Hingga Rabu (3/7) jumlah unit karbon yang tersedia di IDX Carbon mencapai 1,34 juta ton CO2 ekuivalen, sedangkan jumlah partisipan mencapai 67 pengguna jasa karbon, demikian menurut data di website IDX Carbon.
“Ditinjau dari sisi jumlah karbon di Indonesia, pengembangan bursa karbon ini masih bisa terus ditingkatkan,” kata Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, Djustini Septiana dalam IDX Carbon Update, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga: Blue Carbon Didorong Selaraskan Ekonomi dan Pengendalian Iklim
Hingga Rabu (3/7) jumlah unit karbon yang tersedia di IDX Carbon mencapai 1,34 juta ton CO2 ekuivalen, sedangkan jumlah partisipan mencapai 67 pengguna jasa karbon, demikian menurut data di website IDX Carbon.
Lihat Juga :