Industri Sistem Pembayaran Perlu Kolaborasi Hadapi Ancaman Kejahatan Siber
Kamis, 04 Juli 2024 - 22:16 WIB
Seminar Indonesia Cyber Risk 2024-Mitigating Cyber Risk and Building a Trust. FOTO/Ist
JAKARTA - Kolaborasi kolektif dari seluruh pemangku kepentingan di dalam industri pemroses transaksi pembayaran digital (switching) dinilai sangat penting di Indonesia. Kerja sama antara pemangku kepentingan itu dibutuhkan untuk menciptakan ketahanan siber yang kuat dalam menghadapi ancaman kejahatan siber .
Hal ini disampaikan dalam seminar "Indonesia Cyber Risk 2024-Mitigating Cyber Risk and Building a Trust", yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Jalin Pembayaran Nusantara Ario Tejo Bayu Aji menekankan pentingnya langkah proaktif dari para pelaku industri untuk memperkuat ketahanan perusahaan dalam menghadapi ancaman siber.
Baca Juga: Berikut Rincian Asumsi Makro 2025 usai Disepakati Pemerintah dan DPR
"Langkah-langkah tersebut mencakup memastikan sistem manajemen keamanan informasi memenuhi standar internasional yang diakui serta tetap mematuhi ketentuan regulator," ungkapnya dalam siaran pers, Kamis (4/7/2024).
Hal ini disampaikan dalam seminar "Indonesia Cyber Risk 2024-Mitigating Cyber Risk and Building a Trust", yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Jalin Pembayaran Nusantara Ario Tejo Bayu Aji menekankan pentingnya langkah proaktif dari para pelaku industri untuk memperkuat ketahanan perusahaan dalam menghadapi ancaman siber.
Baca Juga: Berikut Rincian Asumsi Makro 2025 usai Disepakati Pemerintah dan DPR
"Langkah-langkah tersebut mencakup memastikan sistem manajemen keamanan informasi memenuhi standar internasional yang diakui serta tetap mematuhi ketentuan regulator," ungkapnya dalam siaran pers, Kamis (4/7/2024).
Lihat Juga :