China Balas Dendam, Mobil Listrik Dibalas Impor Brendi dari Eropa
Sabtu, 06 Juli 2024 - 18:45 WIB
Sebelumnya Uni Eropa pada hari Kamis menampar tarif mulai dari 17,4% hingga 37,6% pada impor EV China. Angka tersebut di atas bea 10% yang ada, ketika UE menuding adanya 'subsidi tidak adil' Beijing terhadap produsen mobil.
Beijing akan menyelidiki impor brendi dari blok tersebut sebagai tanggapan atas bea masuk mobillistrik yang diberlakukan oleh Brussels.
Sidang ditunjukan buat rumah brendi Martell, Societe Jas Hennessy & Co., Remy Martin, dan lainnya akan menilai "kerusakan industri, sebab dan akibat, dan kepentingan publik dalam penyelidikan anti-dumping produk brendi terkait," menurut pernyataan kementerian.
Penyelidikan China bakal fokus pada brendi yang diproduksi UE dalam wadah yang menampung kurang dari 200 liter yang diimpor antara Oktober 2022 dan September 2023, tambah kementerian itu. Mereka juga akan menyelidiki dugaan dampak buruk yang ditimbulkan pada industri brendi China antara Januari 2019 dan September 2023.
Sebelumnya Kamar Dagang China untuk Uni Eropa mengutuk tarif blok tersebuy yang dinilai "bermotivasi politik" dan "proteksionis,". Ke depannya, para pelaku usaha berharap penyelesaian perselisihan bisa dilakukan melalui dialog.
Sementara itu negara-negara Uni Eropa disebut masih terpecah terkait tarif bea impor tinggi EV China. Salah satunya Jerman yang khawatir pembatasan akan memicu efek yang jauh lebih berbahaya daripada kebaikannya. Diketahui produsen mobil asal Jerman membuat sepertiga dari penjualan mereka di China pada tahun lalu.
Beijing akan menyelidiki impor brendi dari blok tersebut sebagai tanggapan atas bea masuk mobillistrik yang diberlakukan oleh Brussels.
Sidang ditunjukan buat rumah brendi Martell, Societe Jas Hennessy & Co., Remy Martin, dan lainnya akan menilai "kerusakan industri, sebab dan akibat, dan kepentingan publik dalam penyelidikan anti-dumping produk brendi terkait," menurut pernyataan kementerian.
Penyelidikan China bakal fokus pada brendi yang diproduksi UE dalam wadah yang menampung kurang dari 200 liter yang diimpor antara Oktober 2022 dan September 2023, tambah kementerian itu. Mereka juga akan menyelidiki dugaan dampak buruk yang ditimbulkan pada industri brendi China antara Januari 2019 dan September 2023.
Sebelumnya Kamar Dagang China untuk Uni Eropa mengutuk tarif blok tersebuy yang dinilai "bermotivasi politik" dan "proteksionis,". Ke depannya, para pelaku usaha berharap penyelesaian perselisihan bisa dilakukan melalui dialog.
Sementara itu negara-negara Uni Eropa disebut masih terpecah terkait tarif bea impor tinggi EV China. Salah satunya Jerman yang khawatir pembatasan akan memicu efek yang jauh lebih berbahaya daripada kebaikannya. Diketahui produsen mobil asal Jerman membuat sepertiga dari penjualan mereka di China pada tahun lalu.
Lihat Juga :