Dunia Bisnis Masuki Era Hypercompetitive, Ini Strategi yang Perlu Dilakukan
Jum'at, 12 Juli 2024 - 15:31 WIB
Revenue Garuda Indonesia pada tahun 2023 meningkat 39,83% year-on-year dari tahun 2022. Sementara jumlah penumpang mengalami peningkatan dari 4,53 juta penumpang di kuartal I 2023 menjadi 5,69 juta penumpang di kuartal IV.
Proses perbaikan ini dilakukan melalui proses penyesuaian bisnis dari tahun 2019 melalui restrukturisasi perusahaan dalam upaya yang dikatakan Garuda Indonesia sebagai strategi 'right sizing'. Dalam kurun waktu empat tahun dari 2019-2022, perusahaan melakukan penurunan rasio komposisi pegawai dengan rata-rata 17 persen per tahun.
Restrukturisasi bisnis dalam bentuk right-sizing juga dilakukan oleh dua perusahaan teknologi besar di dunia Meta dan Spotify. Meta, induk Facebook, diketahui telah memangkas 22% total karyawannya atau sekitar 20.000 karyawan di tahun 2022.
CEO Mark Zuckerberg pada saat itu mengatakan bahwa melalui efisiensi yang dilakukan, Meta akan menjadi perusahaan yang lebih kuat dan gesit (agile). Hasilnya pada kuartal keempat 2023, pendapatan Meta naik 25 persen menjadi 40,1 miliar dollar AS dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan kinerja ini menjadi tingkat pertumbuhan tercepat perusahaan sejak pertengahan tahun 2021.
Sementara itu, Spotify juga cuan besar pada tahun 2023 dengan raupan laba sebesar 65 juta Euro pada kuartal III-2023. Hal ini terjadi setelah perusahaan melakukan restrukturisasi karyawan sebanyak 800 pekerja. Tantangan berikutnya bagi perusahaan yang melakukan restrukturisasi bisnis adalah meningkatkan efisiensi dan kinerja. Perusahaan perlu mengoptimalkan organisasi dan kinerja operasionalnya. Langkah ini akan mendorong perusahaan untuk mencari solusi baru, menerapkan teknologi canggih, dan mendorong karyawan untuk meningkatkan keterampilan mereka.
Baca Juga: Ekonomi China Lesu, Ini Efeknya ke Indonesia
Dengan mengadopsi pendekatan ini, perusahaan tidak hanya dapat mengoptimalkan proses internal, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing di pasar. Proses optimalisasi ini akan menghasilkan operasi yang lebih efisien, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kinerja secara keseluruhan.
Proses perbaikan ini dilakukan melalui proses penyesuaian bisnis dari tahun 2019 melalui restrukturisasi perusahaan dalam upaya yang dikatakan Garuda Indonesia sebagai strategi 'right sizing'. Dalam kurun waktu empat tahun dari 2019-2022, perusahaan melakukan penurunan rasio komposisi pegawai dengan rata-rata 17 persen per tahun.
Restrukturisasi bisnis dalam bentuk right-sizing juga dilakukan oleh dua perusahaan teknologi besar di dunia Meta dan Spotify. Meta, induk Facebook, diketahui telah memangkas 22% total karyawannya atau sekitar 20.000 karyawan di tahun 2022.
CEO Mark Zuckerberg pada saat itu mengatakan bahwa melalui efisiensi yang dilakukan, Meta akan menjadi perusahaan yang lebih kuat dan gesit (agile). Hasilnya pada kuartal keempat 2023, pendapatan Meta naik 25 persen menjadi 40,1 miliar dollar AS dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan kinerja ini menjadi tingkat pertumbuhan tercepat perusahaan sejak pertengahan tahun 2021.
Sementara itu, Spotify juga cuan besar pada tahun 2023 dengan raupan laba sebesar 65 juta Euro pada kuartal III-2023. Hal ini terjadi setelah perusahaan melakukan restrukturisasi karyawan sebanyak 800 pekerja. Tantangan berikutnya bagi perusahaan yang melakukan restrukturisasi bisnis adalah meningkatkan efisiensi dan kinerja. Perusahaan perlu mengoptimalkan organisasi dan kinerja operasionalnya. Langkah ini akan mendorong perusahaan untuk mencari solusi baru, menerapkan teknologi canggih, dan mendorong karyawan untuk meningkatkan keterampilan mereka.
Baca Juga: Ekonomi China Lesu, Ini Efeknya ke Indonesia
Dengan mengadopsi pendekatan ini, perusahaan tidak hanya dapat mengoptimalkan proses internal, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing di pasar. Proses optimalisasi ini akan menghasilkan operasi yang lebih efisien, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kinerja secara keseluruhan.
Lihat Juga :