Rusia Timbang Risiko Kripto Jadi Alat Pembayaran Internasional

Kamis, 18 Juli 2024 - 10:21 WIB
Putin memuji pengenalan eksperimental rubel digital, sebuah aset berbasis blockchain yang didukung oleh bank sentral. Bank Sentral Rusia dan Iran sedang bekerja untuk menghubungkan sistem mata uang digital mereka, yang akan memungkinkan kedua negara yang terkena sanksi untuk melakukan transaksi bilateral. Negosiasi serupa juga sedang berlangsung dengan China dan Belarus.

Baca Juga: Perusahaan Rusia Tawarkan Hadiah untuk F-16 Pertama yang Berhasil Ditembak Jatuh

Putin mengatakan bahwa konsumsi energi yang sangat besar dari pertambangan mata uang digital menimbulkan risiko terhadap pasokan energi di beberapa wilayah Siberia, di mana banyak pertambangan semacam itu bermunculan dengan mengeksploitasi harga listrik lokal yang rendah. Dia mengatakan bahwa peraturan pajak dan tarif listrik untuk pertambangan ini harus menjadi bagian dari undang-undang baru.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!