Beda Nasib Makan Siang Gratis Indonesia dengan China, Xi Jinping Siapkan Rp328 Triliun
Selasa, 23 Juli 2024 - 15:45 WIB
Setiap Senin pagi, 20 truk berpendingin akan membawa 4 ton daging babi, 8 ton sayuran dan buah-buahan, serta 10,8 ton beras ke 300 sekolah di desa-desa di Du'an. Logistik yang dibutuhkan untuk program ini sangat besar. Setiap Senin pagi, 20 truk berpendingin mengangkut 4 ton daging babi, 8 ton sayuran dan buah-buahan, serta 10,8 ton beras ke 300 sekolah di desa-desa di Du'an. Kabupaten Du'an di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang dijadikan contoh karena daerah paling terpencil dan termiskin di China
Setelah satu dekade, program NIP berhasil meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah. Namun, akibatnya, pemerintah China terbebani dengan tingginya biaya anggaran yang harus ditanggung. Program makan siang gratis di China bukannya tanpa tantangan. Menyitir artikel "China's 10-Year Campaign to Nourish Rural School Kids" di Caixin Global, korupsi dan beban anggaran yang sangat besar menjadi masalah serius program makan siang gratis di Tiongkok.
Selama periode 2011-2021, pemerintah China telah menghabiskan 147,2 miliar yuan atau setara Rp328 triliun untuk menyediakan makan siang gratis di 1.762 distrik, 29 provinsi, dan 40 juta siswa di daerah pedesaan. Para siswa mendapatkan porsi makan siang gratis 4 yuan atau setara Rp8.900 per orang. Tak hanya anggaran, inflasi pangan telah menyebabkan kenaikan harga makanan pokok yang signifikan. Proyek makan siang gratis juga membuka peluang korupsi.
Pada tahun 2012, lima pejabat sekolah di Fenghuang, Provinsi Hunan dipecat setelah ketahuan mencuri dari anggaran makan siang gratis. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan paket lengkap berisi sayuran, daging, susu, dan nasi, hanya diberi sekotak susu 200 ml dan 20 gram roti.
Baca Juga: Perbandingan Anggaran Makan Bergizi Gratis Indonesia vs India, Mana Lebih Mahal?
Setelah satu dekade, program NIP berhasil meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah. Namun, akibatnya, pemerintah China terbebani dengan tingginya biaya anggaran yang harus ditanggung. Program makan siang gratis di China bukannya tanpa tantangan. Menyitir artikel "China's 10-Year Campaign to Nourish Rural School Kids" di Caixin Global, korupsi dan beban anggaran yang sangat besar menjadi masalah serius program makan siang gratis di Tiongkok.
Selama periode 2011-2021, pemerintah China telah menghabiskan 147,2 miliar yuan atau setara Rp328 triliun untuk menyediakan makan siang gratis di 1.762 distrik, 29 provinsi, dan 40 juta siswa di daerah pedesaan. Para siswa mendapatkan porsi makan siang gratis 4 yuan atau setara Rp8.900 per orang. Tak hanya anggaran, inflasi pangan telah menyebabkan kenaikan harga makanan pokok yang signifikan. Proyek makan siang gratis juga membuka peluang korupsi.
Pada tahun 2012, lima pejabat sekolah di Fenghuang, Provinsi Hunan dipecat setelah ketahuan mencuri dari anggaran makan siang gratis. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan paket lengkap berisi sayuran, daging, susu, dan nasi, hanya diberi sekotak susu 200 ml dan 20 gram roti.
Baca Juga: Perbandingan Anggaran Makan Bergizi Gratis Indonesia vs India, Mana Lebih Mahal?
Lihat Juga :