Mau Bantu Bu Sri Cegah Resesi? Nyok Belanja dan Jajan yang Banyak
Selasa, 25 Agustus 2020 - 11:13 WIB
Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menggenjot pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan risiko tekanan ekonomi masih akan terus terjadi jika daya beli konsumsi masih rendah. ( Baca juga:Cerita-Cerita Pemburu Uang Baru Bank Indonesia )
Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II minus 5,32%. Sedangkan pada semester pertama pertumbuhan ekonomi minus 1,24%.
"Down risk menunjukkan suatu tanda yang cukup nyata pada kuartal ketiga dan keempat," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (25/8/2020).
Dia melanjutkan, konsumsi harus didorong ke zona positif. Pasalnya, pemulihan konsumsi ini cukup berat.
Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II minus 5,32%. Sedangkan pada semester pertama pertumbuhan ekonomi minus 1,24%.
"Down risk menunjukkan suatu tanda yang cukup nyata pada kuartal ketiga dan keempat," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (25/8/2020).
Dia melanjutkan, konsumsi harus didorong ke zona positif. Pasalnya, pemulihan konsumsi ini cukup berat.
Lihat Juga :