Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Rp266,3 Triliun per Juli 2024
Selasa, 13 Agustus 2024 - 14:58 WIB
"Tahun ini sudah naik ke Rp253 triliun, karena semua komoditas sudah reverse back harga, hingga memang defisit diperkirakan pasti lebih tinggi dari 2023, ini sudah terlihat dari pembiayaan kita," ujarnya.
Baca Juga: Dana Pemilu APBN 2024 Sudah Habis Rp29,8 Triliun, Mengalir Deras ke KPU dan Bawaslu
Berdasarkan data Kemenkeu, SBN neto sampai akhir Juli sudah issuance Rp253 triliun atau tumbuh 38% dibanding tahun lalu. Hal ini, lanjut Menkeu sebagai bagian dari countercyclical.
"Waktu ekonomi tinggi kita issuance nya lebih kecil sehingga itu mengurangi ledakan dari sisi boom tahun lalu, jadi countercyclical in action itu bisa dilihat dari sini. Pinjaman neto kita relatif tidak besar, Rp13,3 triliun, tahun lalu juga Rp11 triliun," kata Sri Mulyani.
Di sisi lain, realisasi pembiayaan non utang tercatat negatif Rp49,3 triliun. Angka ini setara dengan 39,4% dari pagu anggaran dalam APBN 2024 sebesar Rp125,3 triliun.
Baca Juga: Dana Pemilu APBN 2024 Sudah Habis Rp29,8 Triliun, Mengalir Deras ke KPU dan Bawaslu
Berdasarkan data Kemenkeu, SBN neto sampai akhir Juli sudah issuance Rp253 triliun atau tumbuh 38% dibanding tahun lalu. Hal ini, lanjut Menkeu sebagai bagian dari countercyclical.
"Waktu ekonomi tinggi kita issuance nya lebih kecil sehingga itu mengurangi ledakan dari sisi boom tahun lalu, jadi countercyclical in action itu bisa dilihat dari sini. Pinjaman neto kita relatif tidak besar, Rp13,3 triliun, tahun lalu juga Rp11 triliun," kata Sri Mulyani.
Di sisi lain, realisasi pembiayaan non utang tercatat negatif Rp49,3 triliun. Angka ini setara dengan 39,4% dari pagu anggaran dalam APBN 2024 sebesar Rp125,3 triliun.
Lihat Juga :