Ekonomi China Lesu, Raksasa Properti China Vanke Rugi USD1,4 Miliar
Sabtu, 31 Agustus 2024 - 08:43 WIB
“Perlu waktu untuk memulihkan kepercayaan warga dalam membeli rumah,” kata perusahaan pada laporan Channel News Asia, dikutip Sabtu (31/8/2024).
Vanke mencatat laba bersih sebesar 9,9 miliar yuan pada periode yang sama tahun 2023 meskipun menghadapi tantangan ekonomi.
Perusahaan ini sebagian dimiliki oleh pemerintah kota Shenzhen di Tiongkok selatan - yang pernah dipandang sebagai jaminan soliditasnya.
Pasar real estate Tiongkok sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dimana beberapa pengembang berada di ambang kebangkrutan dan rendahnya harga properti menghalangi konsumen untuk melakukan investasi di tengah perlambatan perekonomian.
Lembaga pemeringkat Moody's sekali lagi menurunkan peringkat kredit Vanke satu tingkat pada bulan ini menjadi B1, yang menandakan bahwa peringkat tersebut sangat spekulatif.
Kemunduran ini menjadikan Vanke sebagai pengembang Tiongkok terbaru yang terjebak dalam krisis yang meningkat di sektor real estat, setelah Evergrande dan Country Garden.
Vanke mencatat laba bersih sebesar 9,9 miliar yuan pada periode yang sama tahun 2023 meskipun menghadapi tantangan ekonomi.
Perusahaan ini sebagian dimiliki oleh pemerintah kota Shenzhen di Tiongkok selatan - yang pernah dipandang sebagai jaminan soliditasnya.
Pasar real estate Tiongkok sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dimana beberapa pengembang berada di ambang kebangkrutan dan rendahnya harga properti menghalangi konsumen untuk melakukan investasi di tengah perlambatan perekonomian.
Lembaga pemeringkat Moody's sekali lagi menurunkan peringkat kredit Vanke satu tingkat pada bulan ini menjadi B1, yang menandakan bahwa peringkat tersebut sangat spekulatif.
Kemunduran ini menjadikan Vanke sebagai pengembang Tiongkok terbaru yang terjebak dalam krisis yang meningkat di sektor real estat, setelah Evergrande dan Country Garden.
Lihat Juga :