Sanksi Barat Tak Digubris, Perdagangan Rusia dan India Tembus Rp1.000 Triliun

Selasa, 03 September 2024 - 21:51 WIB
Sberbank berada di bawah sanksi Barat dan oleh karena itu tidak dapat melakukan transaksi dalam dolar AS dan euro atau menggunakan sistem SWIFT untuk transfer internasional. Namun, Popov mengatakan bahwa bank ini tidak mengalami masalah di India.

"Sberbank adalah peserta penuh dalam semua sistem pembayaran dan antar bank di India. Tidak ada batasan dalam operasinya," kata Popov.

India tidak ikut serta dalam sanksi anti-Rusia dan mempertahankan hubungan persahabatan dengan Rusia, sesama anggota kelompok negara berkembang BRICS.

Sberbank mengatakan bahwa transaksi dalam rubel dan rupee berjalan dengan lancar, dengan 90% di antaranya hanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk diselesaikan. Hal ini sangat kontras dengan mitra dagang lainnya seperti China.

Popov menekankan bahwa pertumbuhan ekspor India ke Rusia telah membantu memecahkan masalah surplus rupee yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan Rusia, yang menghambat perdagangan bilateral pada tahun 2023, karena rupee digunakan untuk membayar impor dari India.

"Masalahnya telah terpecahkan, tidak ada lagi surplus rupee," kata Popov, menekankan bahwa untuk mencapai perdagangan yang seimbang, India masih perlu meningkatkan ekspornya ke Rusia hingga 10 kali lipat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!