Transformasi dan Inovasi Rantai Pasok Bulog untuk Kedaulatan Pangan
Sabtu, 07 September 2024 - 21:00 WIB
Dalam kunjungannya ke Surabaya, kemarin, Jokowi juga menyampakan, inflasi pangan di Indonesia berada dalam kondisi yang baik. Menurut Presiden, harga sejumlah bahan pangan pokok mengalami penurunan yang signifikan, salah satunya bawang merah yang biasa dijual di atas Rp40 ribu per kilogram, kini hanya Rp25 ribu per kilogram. “Saya kira baik ya. Jadi inflasi inti kita terutama pangan itu pada kondisi yang baik,” ujarnya.
Memperkuat Rantai Pasok Melalui Transformasi dan Inovasi
Penguatan rantai pasok pangan nasional tak bisa dilepaskan dari peran Perum Bulog. Sebagai perusahaan yang mengemban tugas publik dari pemerintah, Bulog juga melakukan kegiatanmenjaga harga dasar pembelian gabah, stabilisasi harga khususnya harga pokok, menyalurkan beras untuk bantuan sosial (Bansos) dan pengelolaan stok pangan.
Tak sakadar beras, Bulog juga memiliki peran strategis untuk menjaga bahan stabilitas dan ketersediaan bahan pokok lainnya seperti gula dan daging sapi. Menyadari peran yang sangat strategis itu, Bulog terus melakukan inovasi dan transformasi dalam rangka mencapai ketahanan pangan nasional.
baca juga: Minyakita Langka, Disperindag Natuna Minta Bantuan Bulog Ranai
Langkah transformatif dan inovatif itu dilakukan dari hulu hingga hilir. Di hulu, Bulog gencar menjalin sinergi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Dengan Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) salah satunya.Kolaborasi tersebut mencakup pengadaan gabah dan beras petani serta penyaluran dan penjualan beras petani dan produk pangan lain.
Selain itu juga berkaitan dengan pemanfaatan infrastruktur pengolahan, kemitraan budi daya pertanian Mitra Tani, dan kampanye bersama mendorong petani muda. Pada program Mitra Tani, Bulog melakukan penyerapan gabah secara langsung ke beberapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai mitra budidaya tani.
Dengan menjangkau petani secara langsung, kerja sama ini akan dilakukan secara menyeluruh baik di daerah sentra produksi padi maupun di daerah lainnya. Targetnya, meningkatkan produktivitas sekaligus jaminan penyerapan gabah petani dalam negeri sesuai (Harga Pokok Produksi) HPP atau harga pasar sehingga kesejahteraan petani diharapkan bisa meningkat.
Melalui program Mitra Tani, Bulog mendampingi para petani termasuk memperbaiki dan membantu mengatasi masalah yang kerap dihadapi para petani, salah satunya kebutuhan pembiayaan. Bulog juga memberikan bantuan pendampingan agronomis mulai dari penanaman benih, perawatan padi dan sampai merekomendasikan tanaman padi sudah siap panen atau belum.
Kuli angkut memindahkan beras dari gudang ke truk di Pasar Induk Beras Cipinang.
Peran Bulog di dalam ekosistem pangan nasional sangat diperlukan.
Foto: Anton Chrisbiyanto/SINDOnews
Dengan adanya program kemitraan ini, para petani akan terbantu dalam peningkatan produktivitas. Dalam publikasinya, Bulog menegaskan, menjadi pemimpin rantai pasok pangan terpercaya adalah salah satu visi transformasi. Karenanya, Bulog terus melakukan transformasi di semua lini untuk mencapai ketahanan pangan.
Selain dengan swasta, Bulog juga berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satunya dengan PT Pupuk Indonesia yang memiliki Program Makmur. Saat ini, ada 100.180,44 hektare lahan padi yang menjadi binaan Program Makmur. Bulog juga memiliki stok dengan volume yang ideal yakni sebanyak 1,8 juta ton. Untuk menjaga stok Bulog terus mendahulukan pengadaan gabah/beras dalam negeri selama musim panen. Hingga akhir semester I 2024, Bulog telah menyerap produk petani dalam negeri sebanyak hampir 700 ribu ton.
Tak hanya di dalam negeri, transformasi di sektor hulu juga dilakukan dengan mencari sumber lain di luar negeri. Melalui penugasan dari pemerintah, Bulog mengimpor beras agar stok di dalam negeri terus terjaga. Bulog mendapat penugasan impor sebanyak 3,6 juta ton. Bulog juga melakukan penjajakan kerja sama ekonomi dan investasi pangan dengan Kamboja.
Berbagai langkah yang dilakukan itu untuk memastikan bahwa pasokan pangan kepada masyarakat tetap stabil dan terjaga. Terlebih, pemerintah memberikan penugasan tambahan pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam negeri ke Bulog sebesar 600 ribu ton. CBP diperlukan untuk menopang kebutuhan beras program intervensi pemerintah, antara lain kelanjutan program bantuan pangan beras di Agustus, Oktober, dan Desember 2024 yang memerlukan 662 ribu ton.
Memperkuat Rantai Pasok Melalui Transformasi dan Inovasi
Penguatan rantai pasok pangan nasional tak bisa dilepaskan dari peran Perum Bulog. Sebagai perusahaan yang mengemban tugas publik dari pemerintah, Bulog juga melakukan kegiatanmenjaga harga dasar pembelian gabah, stabilisasi harga khususnya harga pokok, menyalurkan beras untuk bantuan sosial (Bansos) dan pengelolaan stok pangan.
Tak sakadar beras, Bulog juga memiliki peran strategis untuk menjaga bahan stabilitas dan ketersediaan bahan pokok lainnya seperti gula dan daging sapi. Menyadari peran yang sangat strategis itu, Bulog terus melakukan inovasi dan transformasi dalam rangka mencapai ketahanan pangan nasional.
baca juga: Minyakita Langka, Disperindag Natuna Minta Bantuan Bulog Ranai
Langkah transformatif dan inovatif itu dilakukan dari hulu hingga hilir. Di hulu, Bulog gencar menjalin sinergi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Dengan Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) salah satunya.Kolaborasi tersebut mencakup pengadaan gabah dan beras petani serta penyaluran dan penjualan beras petani dan produk pangan lain.
Selain itu juga berkaitan dengan pemanfaatan infrastruktur pengolahan, kemitraan budi daya pertanian Mitra Tani, dan kampanye bersama mendorong petani muda. Pada program Mitra Tani, Bulog melakukan penyerapan gabah secara langsung ke beberapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai mitra budidaya tani.
Dengan menjangkau petani secara langsung, kerja sama ini akan dilakukan secara menyeluruh baik di daerah sentra produksi padi maupun di daerah lainnya. Targetnya, meningkatkan produktivitas sekaligus jaminan penyerapan gabah petani dalam negeri sesuai (Harga Pokok Produksi) HPP atau harga pasar sehingga kesejahteraan petani diharapkan bisa meningkat.
Melalui program Mitra Tani, Bulog mendampingi para petani termasuk memperbaiki dan membantu mengatasi masalah yang kerap dihadapi para petani, salah satunya kebutuhan pembiayaan. Bulog juga memberikan bantuan pendampingan agronomis mulai dari penanaman benih, perawatan padi dan sampai merekomendasikan tanaman padi sudah siap panen atau belum.
Kuli angkut memindahkan beras dari gudang ke truk di Pasar Induk Beras Cipinang.
Peran Bulog di dalam ekosistem pangan nasional sangat diperlukan.
Foto: Anton Chrisbiyanto/SINDOnews
Dengan adanya program kemitraan ini, para petani akan terbantu dalam peningkatan produktivitas. Dalam publikasinya, Bulog menegaskan, menjadi pemimpin rantai pasok pangan terpercaya adalah salah satu visi transformasi. Karenanya, Bulog terus melakukan transformasi di semua lini untuk mencapai ketahanan pangan.
Selain dengan swasta, Bulog juga berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satunya dengan PT Pupuk Indonesia yang memiliki Program Makmur. Saat ini, ada 100.180,44 hektare lahan padi yang menjadi binaan Program Makmur. Bulog juga memiliki stok dengan volume yang ideal yakni sebanyak 1,8 juta ton. Untuk menjaga stok Bulog terus mendahulukan pengadaan gabah/beras dalam negeri selama musim panen. Hingga akhir semester I 2024, Bulog telah menyerap produk petani dalam negeri sebanyak hampir 700 ribu ton.
Tak hanya di dalam negeri, transformasi di sektor hulu juga dilakukan dengan mencari sumber lain di luar negeri. Melalui penugasan dari pemerintah, Bulog mengimpor beras agar stok di dalam negeri terus terjaga. Bulog mendapat penugasan impor sebanyak 3,6 juta ton. Bulog juga melakukan penjajakan kerja sama ekonomi dan investasi pangan dengan Kamboja.
Berbagai langkah yang dilakukan itu untuk memastikan bahwa pasokan pangan kepada masyarakat tetap stabil dan terjaga. Terlebih, pemerintah memberikan penugasan tambahan pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam negeri ke Bulog sebesar 600 ribu ton. CBP diperlukan untuk menopang kebutuhan beras program intervensi pemerintah, antara lain kelanjutan program bantuan pangan beras di Agustus, Oktober, dan Desember 2024 yang memerlukan 662 ribu ton.
Lihat Juga :