1 Dekade Kepemimpinan Jokowi: Wariskan Pembangunan Jalan Tol 2.700 Km
Senin, 23 September 2024 - 08:39 WIB
Artinya, sekitar 72,6% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia dibangun selama masa kepemimpinan Jokowi sejauh ini. Jumlah itu masih bisa jadi bertambah, pasalnya masih ada beberapa tol yang sedang tahap penyelesaian dan siap diresmikan.
Saat ini jalan tol yang ada di Indonesia tersebar di hampir semua pulau-pulau besar yang ada. Mulai dari Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Hanya gugusan Kepulauan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Pulau Papua saja yang belum memiliki jalan tol di Indonesia.
Paling banyak tol dibangun di Pulau Jawa dengan total panjang ruas hingga 1.782,47km yang sudah dibangun dan dioperasikan. Kemudian, di Pulau Bali ada 10,07 km, dan di Sumatera ada 941,75 km.
Lebih lanjut di Pulau Kalimantan sudah ada 97,27 km tol yang dibangun dan dioperasikan. Terakhir, di Sulawesi panjang tolnya 61,46 km. BPJT menyebutkan ada sekitar 52 badan usaha yang mengoperasikan 73 ruas tol yang ada di Indonesia.
Tol diyakini menjadi salah satu infrastruktur penting pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. BPJT menyebut jalan tol dapat meningkatkan konektivitas hingga memangkas waktu tempuh. Koneksi antar wilayah yang dihubungkan jalan tol diyakini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Warga Apresiasi Infrastruktur Tol Era Jokowi
Pembangunan infrastruktur jalan tol yang masif di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat, khususnya warga Jakarta. Seperti halnya, Maya, seorang karyawan swasta yang sehari-hari mengendarai mobil untuk menerobos deru kemacetan Jakarta.
Maya mengatakan, pembangunan jalan tol Pulo Gebang - Kelapa Gading yang diresmikan Jokowi memudahkan akses menuju tempatnya bekerja.
“Sebagai pengendara, sangat membantu, dan lebih baik. Banyak jalan yang tadinya enggak kebuka, akses kini makin cepat.” kata Maya saat ditemui iNews Media Group saat Car Free Day (CFD) di Summarecon, Bekasi, Minggu (22/9/2024).
Sebelum adanya tol tersebut, perempuan 40 tahun ini mengaku jenuh merasakan kemacetan luar biasa di lingkar luar Jakarta.
Sehingga hal ini sempat membuatnya resah karena waktu yang terbuang percuma di jalan raya.
“Kayak mau ke kantor, sebelumnya saya tinggal di Cakung, ini bisa macet 1 jam lewat. Nah dengan adanya tol Cakung, Kelapa Gading, Bekasi, itu bisa jadi short-cut,” ujarnya.
Diketahui, Presiden Jokowi meresmikan jalan tol Pulo Gebang - Kelapa Gading pada akhir Agustus 2021. Jalan tol sepanjang 9,3 kilometer ini melengkapi jalan tol metropolitan Jabodetabek, bagian dari lingkar dalam dan lingkar luar Jakarta.
Jalan tol Pulo Gebang-Kelapa Gading juga adalah satu dari enam ruas jalan tol dalam kota Jakarta yang direncanakan dibangun sepanjang 69,78 kilometer.
Tak hanya tol dalam kota, Maya juga menyebut infrastruktur di Indonesia sangat berkembang pesat selama 10 tahun terakhir. Pemerataan pembangunan dan kemacetan, terangnya, masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin berikutnya.
"Dari zaman saya dulu, semakin ke sini, malah semakin baik, semakin maju. Meskipun masih macet ya," ujarnya.
Saat ini jalan tol yang ada di Indonesia tersebar di hampir semua pulau-pulau besar yang ada. Mulai dari Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Hanya gugusan Kepulauan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Pulau Papua saja yang belum memiliki jalan tol di Indonesia.
Paling banyak tol dibangun di Pulau Jawa dengan total panjang ruas hingga 1.782,47km yang sudah dibangun dan dioperasikan. Kemudian, di Pulau Bali ada 10,07 km, dan di Sumatera ada 941,75 km.
Lebih lanjut di Pulau Kalimantan sudah ada 97,27 km tol yang dibangun dan dioperasikan. Terakhir, di Sulawesi panjang tolnya 61,46 km. BPJT menyebutkan ada sekitar 52 badan usaha yang mengoperasikan 73 ruas tol yang ada di Indonesia.
Tol diyakini menjadi salah satu infrastruktur penting pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. BPJT menyebut jalan tol dapat meningkatkan konektivitas hingga memangkas waktu tempuh. Koneksi antar wilayah yang dihubungkan jalan tol diyakini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Warga Apresiasi Infrastruktur Tol Era Jokowi
Pembangunan infrastruktur jalan tol yang masif di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat, khususnya warga Jakarta. Seperti halnya, Maya, seorang karyawan swasta yang sehari-hari mengendarai mobil untuk menerobos deru kemacetan Jakarta.
Maya mengatakan, pembangunan jalan tol Pulo Gebang - Kelapa Gading yang diresmikan Jokowi memudahkan akses menuju tempatnya bekerja.
“Sebagai pengendara, sangat membantu, dan lebih baik. Banyak jalan yang tadinya enggak kebuka, akses kini makin cepat.” kata Maya saat ditemui iNews Media Group saat Car Free Day (CFD) di Summarecon, Bekasi, Minggu (22/9/2024).
Sebelum adanya tol tersebut, perempuan 40 tahun ini mengaku jenuh merasakan kemacetan luar biasa di lingkar luar Jakarta.
Sehingga hal ini sempat membuatnya resah karena waktu yang terbuang percuma di jalan raya.
“Kayak mau ke kantor, sebelumnya saya tinggal di Cakung, ini bisa macet 1 jam lewat. Nah dengan adanya tol Cakung, Kelapa Gading, Bekasi, itu bisa jadi short-cut,” ujarnya.
Diketahui, Presiden Jokowi meresmikan jalan tol Pulo Gebang - Kelapa Gading pada akhir Agustus 2021. Jalan tol sepanjang 9,3 kilometer ini melengkapi jalan tol metropolitan Jabodetabek, bagian dari lingkar dalam dan lingkar luar Jakarta.
Jalan tol Pulo Gebang-Kelapa Gading juga adalah satu dari enam ruas jalan tol dalam kota Jakarta yang direncanakan dibangun sepanjang 69,78 kilometer.
Tak hanya tol dalam kota, Maya juga menyebut infrastruktur di Indonesia sangat berkembang pesat selama 10 tahun terakhir. Pemerataan pembangunan dan kemacetan, terangnya, masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin berikutnya.
"Dari zaman saya dulu, semakin ke sini, malah semakin baik, semakin maju. Meskipun masih macet ya," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :