Pejabat BRICS: Perdagangan Mata Uang Lokal Sudah Lampaui Dolar AS

Senin, 23 September 2024 - 14:37 WIB
"Saya sudah merasa bahwa hal ini sudah disalip karena negara-negara tersebut sangat senang melakukan perdagangan dalam mata uang mereka sendiri," kata Shastri disitir dari WatcherGuru, Senin (22/9/2024).

"Ketika Anda melihat pada tingkat mikro yang sangat sederhana, saya membeli produk X dari Rusia, membayar dengan nilai tukar dolar di India, dan kemudian memberikan layanan kembali, membayar dengan nilai tukar dolar. Jadi ada biaya tambahan di belakangnya, yang sekarang dihilangkan ketika saya langsung membayar dengan Rubel atau Rupee," tambahnya.

Baca Juga: Rudal Nuklir Setan-2 Rusia Meledak saat Uji Coba, Pukulan Telak bagi Putin

Hal itu tampaknya menjadi tujuan akhir dari aliansi ekonomi ini. Pengembangan pembayaran BRICS tampaknya menjadi cara untuk memajukan infrastruktur. Sistem ini akan memungkinkan negara-negara di belahan bumi selatan untuk menciptakan metode penyelesaian perdagangan yang mirip dengan SWIFT di Barat.

Dengan blok yang sudah merangkul perdagangan semacam ini, sistem tersebut seharusnya dapat mendorong perdagangan lebih jauh lagi. Hal ini akan mendorong penggunaan dolar AS menjadi lebih rendah. Menurut Shastri aliansi ini juga sedang mempertimbangkan untuk menerima sejumlah mata uang digital sesuai dengan standar aturan negara-negara yang berpartisipasi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!