BRICS Gerogoti Daya Beli Dolar AS, Momok Mengerikan bagi Negara Maju
Jum'at, 27 September 2024 - 07:34 WIB
"Saya percaya dengan sepenuh hati dan semua yang saya ketahui bahwa kita telah memulai transisi menuju hiperinflasi," kata Zang kepada Kitco News.
"Kita akan melihat lebih banyak pinjaman, lebih banyak pencetakan uang, lebih banyak inflasi karena mereka belum membunuh binatang buas yang mereka ciptakan dan terus ciptakan," ujarnya.
Baca Juga: Putin Perintahkan Rusia Ubah Doktrin Nuklir, Ukraina dan NATO dalam Bahaya
Selain agenda dedolarisasi dari BRICS, dolar AS juga harus bertarung dengan mata uang CBDC yang akan datang. 134 negara di seluruh dunia sedang dalam tahap uji coba untuk menguji mata uang digital masing-masing.
Atlantic Council melaporkan bahwa dari 134 negara tersebut, 66 negara sudah dalam tahap pengujian lanjutan. Mata uang CBDC dapat menjadi kenyataan pada 2027 dan menantang prospek dolar AS.
"Kita akan melihat lebih banyak pinjaman, lebih banyak pencetakan uang, lebih banyak inflasi karena mereka belum membunuh binatang buas yang mereka ciptakan dan terus ciptakan," ujarnya.
Baca Juga: Putin Perintahkan Rusia Ubah Doktrin Nuklir, Ukraina dan NATO dalam Bahaya
Selain agenda dedolarisasi dari BRICS, dolar AS juga harus bertarung dengan mata uang CBDC yang akan datang. 134 negara di seluruh dunia sedang dalam tahap uji coba untuk menguji mata uang digital masing-masing.
Atlantic Council melaporkan bahwa dari 134 negara tersebut, 66 negara sudah dalam tahap pengujian lanjutan. Mata uang CBDC dapat menjadi kenyataan pada 2027 dan menantang prospek dolar AS.
(nng)
Lihat Juga :