Yen Stabil, Dolar AS Tergelincir Buntut China Bakal Guyur Stimulus
Senin, 30 September 2024 - 15:46 WIB
Para analis mengatakan kemenangan Shigeru Ishiba diproyeksikan akan membebani yen setidaknya dalam jangka pendek. "Pemilu pada dasarnya membuat Bank of Japan keluar dari persamaan sampai Desember. Yen negatif marjinal," ujar Kepala Strategi Valuta Ssing National Australia Bank, Ray Attrill dikutip dari Reuters, Senin (30/9/2024).
Baca Juga: 10 Negara yang Melarang Masuk Warga Negara Israel
Di sisi lain euro stabil di USD1,1172 dan sterling diperdagangkan berada di USD1,3381, dengan pasar yang menantikan data pekerjaan AS pada hari Jumat sebagai data utama berikutnya yang dapat memandu laju penurunan suku bunga AS. Data inflasi Eropa dan China, yang akan dirilis menjadi yang ditunggu.
Pekan lalu, ukuran inflasi Federal Reserve AS berada di level 2,2% selama 12 bulan hingga Agustus membuat imbal hasil AS dan dolar lebih rendah. "Tren untuk tahun depan atau lebih adalah dolar akan turun," ujar ahli strategi Commonwealth Bank of Australia, Joe Capurso.
"Inflasi terkendali. Suku bunga turun dan itu bagus untuk prospek ekonomi global, bagus untuk pengambilan risiko dan bagus untuk mata uang komoditas seperti Aussie."
Baca Juga: 10 Negara yang Melarang Masuk Warga Negara Israel
Di sisi lain euro stabil di USD1,1172 dan sterling diperdagangkan berada di USD1,3381, dengan pasar yang menantikan data pekerjaan AS pada hari Jumat sebagai data utama berikutnya yang dapat memandu laju penurunan suku bunga AS. Data inflasi Eropa dan China, yang akan dirilis menjadi yang ditunggu.
Pekan lalu, ukuran inflasi Federal Reserve AS berada di level 2,2% selama 12 bulan hingga Agustus membuat imbal hasil AS dan dolar lebih rendah. "Tren untuk tahun depan atau lebih adalah dolar akan turun," ujar ahli strategi Commonwealth Bank of Australia, Joe Capurso.
"Inflasi terkendali. Suku bunga turun dan itu bagus untuk prospek ekonomi global, bagus untuk pengambilan risiko dan bagus untuk mata uang komoditas seperti Aussie."
(nng)
Lihat Juga :