Tekan Pengangguran, KPI Balongan Latih Pemuda Indramayu Jadi Juru Las

Jum'at, 04 Oktober 2024 - 14:54 WIB
Sejak dimulai pada 2020, program ini telah melatih 103 pemuda yang kini memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidang pengelasan. Lebih dari 60% anggota Forderin menurutnya telah berhasil mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan, sementara lainnya memulai usaha di bidang las. Zulkifli mencatat, anggota Forderin yang telah bekerja atau berwirausaha mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan, dengan rata-rata penghasilan mencapai Rp 8.000.000 per bulan.

Baca Juga: AS dan Israel Bahas Rencana Serang Fasilitas Minyak Iran

"Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan mereka, tetapi juga berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Indramayu," tandasnya.

Program pemberdayaan pemuda melalui juru las menurutnya juga berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs poin 1, tanpa kemiskinan. Dengan memberikan bekal keterampilan, para pemuda tersebut memperoleh akses pekerjaan sehingga dapat menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 0,1% dari jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu. Program ini menurutnya juga berkontribusi pada SDGs poin 4, pendidikan berkualitas. KPI Balongan, kata dia, menyelenggarakan kegiatan upskilling kepada anggota Forderin sehingga meningkatkan kompetensi anggotanya dari SMAW 3G menjadi SMAW-GTAW 6G sejumlah 45%.

"Program ini juga berkontribusi pada SDGs poin 8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya program tersebut, masyarakat khususnya kelompok pemuda bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sebagai welder profesional di perusahaan maupun berwirausaha sehingga mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka sebesar 0,03% di Kabupaten Indramayu," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!