Rupiah Sepekan Menguat Jelang Pelantikan Prabowo-Gibran

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 16:44 WIB
DXY sebelumnya sudah sembilan hari beruntun ditutup hijau dan menjadi penekan rupiah sejak awal bulan akibat penambahan jumlah pekerjaan AS yang lebih banyak dari ekspektasi dan penurunan tingkat pengangguran di sana.

Terapresiasinya rupiah disinyalir respon pasar terhadap pemerintahan baru yang berlangsung Minggu (20/10).

Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, nilai tukar rupiah pada kuartal III-2024 menguat di level Rp15.140 per dolar AS

"Ini artinya rupiah pada akhir September 2024 mengalami apresiasi atau penguatan 2,08 persen month to month (mtm) dari bulan sebelumnya, dibandingkan posisi akhir Agustus,” tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat KSSK ke-IV Tahun 2024, Jumat (18/10)

Adapun menguatnya nilai tukar rupiah ini lebih tinggi bila dibandingkan nilai tukar mata uang Korea Selatan yang menguat 2,02 persen, Filipina 0,17 persen, hingga India sebesar 0,1 persen.

Ia membeberkan, menguatnya nilai tukar rupiah pada periode tersebut didukung masuknya aliran modal asing (inflow) ke pasar keuangan dalam negeri. Adanya inflow tersebut tak lepas dari kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Serta juga didorong fundamental ekonomi Indonesia yang kuat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!