Ramalan Ledakan Utang Jumbo China: 3 Tahun Lagi Tambah Rp12.984 Triliun
Minggu, 20 Oktober 2024 - 12:08 WIB
Dalam pengarahan belum lama ini, Menteri Keuangan China, Lan Fo'an mengatakan, Beijing sedang mempersiapkan stimulus fiskal tambahan. Dimana defisit negara berjuluk Negeri Tirai Bambu itu bisa terus melebar.
Pengumuman tersebut tidak menjelaskan secara rinci soal berapa banyak stimulus yang dapat dikucurkan, meskipun analis yang disurvei oleh Bloomberg, memperkirakan stimulus yang dijanjikan sekitar USD283 miliar.
Saham China sedikit berubah pada hari Rabu, kemarin dengan CSI 300 diperdagangkan lebih rendah 0,63% menjadi 3.831. Saham yang terdaftar di Hong Kong juga sedikit goyah, dengan Indeks Hang Seng turun 0,16% menjadi 20.286.
Di sisi lain para analis mempertanyakan terkait seberapa efektif upaya stimulus Beijing yang sedang disiapkan. Seorang peneliti baru-baru ini memperkirakan bahwa efek langsung dari paket stimulus terbaru China mungkin tidak akan terasa hingga 2025.
Terutama karena lebih banyak stimulus fiskal perlu dibuka sebelum kebijakan tersebut dapat meningkatkan perekonomian negara.
Penerbitan surat utang pemerintah bakal menjadi pilihan buat pemerintah China, yang diramalkan bakal terus bertambah secara signifikan. Nantinya dana jubo tersebut bakal dipakai sebagai stimulus untuk memberikan subsidi kepada masyarakat berpendapatan rendah, mendukung pasar properti, dan mengisi kembali modal bank-bank negara.
Pengumuman tersebut tidak menjelaskan secara rinci soal berapa banyak stimulus yang dapat dikucurkan, meskipun analis yang disurvei oleh Bloomberg, memperkirakan stimulus yang dijanjikan sekitar USD283 miliar.
Saham China sedikit berubah pada hari Rabu, kemarin dengan CSI 300 diperdagangkan lebih rendah 0,63% menjadi 3.831. Saham yang terdaftar di Hong Kong juga sedikit goyah, dengan Indeks Hang Seng turun 0,16% menjadi 20.286.
Di sisi lain para analis mempertanyakan terkait seberapa efektif upaya stimulus Beijing yang sedang disiapkan. Seorang peneliti baru-baru ini memperkirakan bahwa efek langsung dari paket stimulus terbaru China mungkin tidak akan terasa hingga 2025.
Terutama karena lebih banyak stimulus fiskal perlu dibuka sebelum kebijakan tersebut dapat meningkatkan perekonomian negara.
Penerbitan surat utang pemerintah bakal menjadi pilihan buat pemerintah China, yang diramalkan bakal terus bertambah secara signifikan. Nantinya dana jubo tersebut bakal dipakai sebagai stimulus untuk memberikan subsidi kepada masyarakat berpendapatan rendah, mendukung pasar properti, dan mengisi kembali modal bank-bank negara.
Lihat Juga :