Uni Eropa Menampar Mobil Listrik China dengan Tarif Tambahan hingga 35,3%
Rabu, 30 Oktober 2024 - 06:02 WIB
Penyelidikan Brussels menemukan, bahwa subsidi negara China dinilai tidak adil sehingga melemahkan pembuat mobil Eropa. Setelah mulai berlaku, tarif akan definitif dan bertahan selama lima tahun.
Bea tambahan juga berlaku, dengan beragam tarif, untuk kendaraan yang dibuat di China oleh grup asing seperti Tesla – bakal dikenakan tarif 7,8%.
Raksasa produsen mobil China, Geely – salah satu penjual EV terbesar di negara itu – menghadapi bea tambahan sebesar 18,8%, sementara SAIC akan terkena yang tertinggi di 35,3%.
Diklaim Uni Eropa meluncurkan penyelidikan dalam upaya untuk melindungi industri otomotifnya, pemain utama yang menyediakan pekerjaan bagi sekitar 14 juta orang.
Prancis sebagai salah satu negara, yang mendorong penyelidikan menyambut baik keputusan tersebut.
"Uni Eropa mengambil keputusan penting untuk melindungi dan menjaga kepentingan perdagangan kami, pada saat industri mobil membutuhkan dukungan lebih dari sebelumnya," kata Keuangan Prancis Antoine Armand dalam sebuah pernyataan.
Tetapi pembuat mobil Eropa yang lebih besar, termasuk raksasa otomotif Jerman Volkswagen, melayangkan kritik terhadap pendekatan Uni Eropa dan mendesak Brussels untuk menyelesaikan masalah ini melalui pembicaraan.
Tarif tambahan dinilai sebagai "langkah mundur untuk perdagangan bebas secara global dan dengan demikian untuk kemakmuran, pelestarian lapangan kerja dan pertumbuhan di Eropa," kata presiden Asosiasi Industri Otomotif Jerman Hildegard Mueller pada hari Selasa setelah pengumuman tersebut.
Bea tambahan juga berlaku, dengan beragam tarif, untuk kendaraan yang dibuat di China oleh grup asing seperti Tesla – bakal dikenakan tarif 7,8%.
Raksasa produsen mobil China, Geely – salah satu penjual EV terbesar di negara itu – menghadapi bea tambahan sebesar 18,8%, sementara SAIC akan terkena yang tertinggi di 35,3%.
Perusahaan Sakit
Penetapan tarif tidak mendapat dukungan dari mayoritas 27 negara anggota Uni Eropa, akan tetapi dalam pemungutan suara awal bulan ini, oposisi tidak cukup untuk memblokirnya - yang membutuhkan setidaknya 15 negara mewakili 65% populasi blok tersebut.Diklaim Uni Eropa meluncurkan penyelidikan dalam upaya untuk melindungi industri otomotifnya, pemain utama yang menyediakan pekerjaan bagi sekitar 14 juta orang.
Prancis sebagai salah satu negara, yang mendorong penyelidikan menyambut baik keputusan tersebut.
"Uni Eropa mengambil keputusan penting untuk melindungi dan menjaga kepentingan perdagangan kami, pada saat industri mobil membutuhkan dukungan lebih dari sebelumnya," kata Keuangan Prancis Antoine Armand dalam sebuah pernyataan.
Tetapi pembuat mobil Eropa yang lebih besar, termasuk raksasa otomotif Jerman Volkswagen, melayangkan kritik terhadap pendekatan Uni Eropa dan mendesak Brussels untuk menyelesaikan masalah ini melalui pembicaraan.
Tarif tambahan dinilai sebagai "langkah mundur untuk perdagangan bebas secara global dan dengan demikian untuk kemakmuran, pelestarian lapangan kerja dan pertumbuhan di Eropa," kata presiden Asosiasi Industri Otomotif Jerman Hildegard Mueller pada hari Selasa setelah pengumuman tersebut.
Lihat Juga :