Tertarik Gabung BRICS, Malaysia Ingin Punya Masa Depan Bareng China
Rabu, 06 November 2024 - 07:44 WIB
"Ini tentu saja bukan pernyataan yang mudah karena bertentangan dengan ungkapan banyak negara kuat di dunia," ujar dia dilansir dari The Edge Malaysia, Rabu (11/6/2024).
"Dan itulah sebabnya saya pikir saya akan bergabung dengan banyak kolega saya untuk memuji China dan kepemimpinannya."
Anwar memuji CIIE, yang memberikan kesempatan tidak hanya bagi perusahaan-perusahaan China, tetapi juga perusahaan-perusahaan di seluruh dunia, termasuk perusahaan-perusahaan kecil dan perusahaan menengah, untuk memamerkan kapasitas dan kapabilitas mereka, dan menarik investasi baru.
"Jadi kerja sama multikultural untuk perdagangan bebas dan tujuan keberlanjutan harus digunakan sebagai alat untuk memajukan kemajuan global secara adil, bukan sebagai senjata untuk memadamkan persaingan, mempromosikan keuntungan yang tidak adil, atau menciptakan konflik," kata dia.
CIIE merupakan sebuah inisiatif dari Pemerintah China untuk menyediakan platform bagi negara-negara yang terlibat dalam Belt and Road Initiative (BRI) untuk mempromosikan dan mengekspor produk dan jasa mereka ke Tiongkok.
Menyinggung tentang keketuaan Asean tahun depan, Anwar mengatakan bahwa Malaysia bertujuan untuk meningkatkan kerja sama regional dan kerangka kerja regional yang berbasis aturan yang inklusif.
"Dalam hal ini, kami ingin membalas prinsip masa depan bersama yang berwawasan ke depan yang dipromosikan oleh Tiongkok, sehingga ketika kami menyelenggarakan ASEAN-GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), kami juga menyertakan apa yang disebut KTT ASEAN plus GCC plus China," katanya.
"Dan itulah sebabnya saya pikir saya akan bergabung dengan banyak kolega saya untuk memuji China dan kepemimpinannya."
Anwar memuji CIIE, yang memberikan kesempatan tidak hanya bagi perusahaan-perusahaan China, tetapi juga perusahaan-perusahaan di seluruh dunia, termasuk perusahaan-perusahaan kecil dan perusahaan menengah, untuk memamerkan kapasitas dan kapabilitas mereka, dan menarik investasi baru.
"Jadi kerja sama multikultural untuk perdagangan bebas dan tujuan keberlanjutan harus digunakan sebagai alat untuk memajukan kemajuan global secara adil, bukan sebagai senjata untuk memadamkan persaingan, mempromosikan keuntungan yang tidak adil, atau menciptakan konflik," kata dia.
CIIE merupakan sebuah inisiatif dari Pemerintah China untuk menyediakan platform bagi negara-negara yang terlibat dalam Belt and Road Initiative (BRI) untuk mempromosikan dan mengekspor produk dan jasa mereka ke Tiongkok.
Menyinggung tentang keketuaan Asean tahun depan, Anwar mengatakan bahwa Malaysia bertujuan untuk meningkatkan kerja sama regional dan kerangka kerja regional yang berbasis aturan yang inklusif.
"Dalam hal ini, kami ingin membalas prinsip masa depan bersama yang berwawasan ke depan yang dipromosikan oleh Tiongkok, sehingga ketika kami menyelenggarakan ASEAN-GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), kami juga menyertakan apa yang disebut KTT ASEAN plus GCC plus China," katanya.
Lihat Juga :