Gunakan Senjata Minyak, Trump Berencana Bangkrutkan Iran

Senin, 18 November 2024 - 07:40 WIB
Sanksi yang diantisipasi dapat secara drastis mengurangi ekspor minyak Iran, yang saat ini melebihi 1,5 juta barel per hari (bph), naik dari titik terendah 400.000 bph pada 2020. Para ahli berpendapat langkah-langkah ini akan sangat berdampak pada perekonomian Iran.

Bob McNally, seorang konsultan energi dan mantan penasihat presiden AS, mengindikasikan bahwa mengurangi ekspor ke tingkat yang lebih rendah dari level saat ini akan membuat Iran berada dalam posisi ekonomi yang jauh lebih buruk daripada selama masa jabatan pertama Trump, Financial Times melaporkan.

Baca Juga: 69 Mata-mata Mossad Dilumpuhkan saat Beroperasi di Iran

Menurut laporan tersebut, strategi baru ini bertujuan untuk membawa Iran kembali ke meja perundingan untuk kesepakatan nuklir. Menurut tim transisi Trump, pendekatan ini melibatkan pelumpuhan sumber-sumber keuangan Iran untuk mendorong para pemimpinnya ke dalam perundingan.

Namun, para ahli yang dikutip dalam laporan tersebut menyatakan skeptisisme, mencatat bahwa Teheran tidak mungkin menyetujui apa yang diperkirakan akan menjadi persyaratan AS yang ketat. Financial Times menyoroti pernyataan kampanye Trump mengenai Iran pada bulan September, dengan mengatakan, "Kita harus membuat kesepakatan karena konsekuensinya tidak mungkin."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!