Stabilkan Rupiah yang Hari Ini Rp15.858/USD, BI Fokus ke 4 Instrumen di Moneter

Rabu, 20 November 2024 - 17:54 WIB
Berdasarkan data BI, posisi instrumen SRBI sampai dengan 18 November 2024 tercatat sebesar Rp968,82 triliun. Kepemilikan nonresiden dalam SRBI mencapai Rp250,18 triliun (25,8 persen dari total outstanding).

Implementasi Primary Dealer (PD) sejak Mei 2024 juga makin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antar pelaku pasar, sehingga memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pengendalian inflasi.

"Itu menstabilkan nilai tukar, banyak negara yang terjadi arus keluar di Indonesia, SRBI masih bisa masuk dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," kata Perry.

Perry melanjutkan, fokus keempat adalah BI masih koordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bagaimana menjaga stabilitas SBN.

"Yaitu bu Destry juga kami melakukan pembelian SBN dari pasar sekunder kalau pasar primer memang tidak boleh lagi oleh Undang undang ya, jadi pasar sekunder kami tetap melakukan pembelian sebagai bagian dari fiskal moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi kita dari dampak rambatan global yang dinamika berubah sangat cepat," jelas Perry.

Adapun data BI juga mengungkap nilai tukar Rupiah pada November 2024 (hingga 19 November 2024) melemah sebesar 0,84% (ptp) dari bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar tersebut diakibatkan oleh menguatnya mata uang dolar AS secara luas, serta berbaliknya preferensi investor global dengan memindahkan alokasi portofolionya kembali ke AS pasca hasil pemilihan umum di AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!