Prospek Kian Cerah, Pendapatan Sektor Properti di Bali Capai Rp2,7 Triliun

Rabu, 27 November 2024 - 20:56 WIB
Pada Juni 2024, total pendapatan dari sektor properti Bali tercatat mencapai USD142 juta atau sekitar Rp2,27 triliun (kurs Rp16.000) sebuah peningkatan yang signifikan sebesar 33% dibandingkan bulan sebelumnya.

Johannes memproyeksikan, tahun 2025 akan menjadi tahun pertumbuhan bagi sektor properti Bali. Peningkatan minat investasi dari pembeli domestik dan internasional, serta kebijakan pemerintah yang mendukung investasi properti, menjadi faktor pendukung utama. Bali dikenal memiliki daya tarik yang luar biasa berkat keindahan alam, kekayaan budaya, dan infrastruktur yang terus berkembang.

"Kini, Bali juga menjadi pusat gaya hidup global, menarik wisatawan dan profesional internasional yang mencari hunian jangka Panjang," katanya, dikutip Rabu (27/11/2024).

Johannes juga mencatat adanya pergeseran minat wisatawan ke kawasan-kawasan baru di seiring garis pantai di sisi Barat Bali, seperti Pererenan, Kedungu, Cemagi, dan Nyanyi, yang membuka peluang baru bagi sektor properti di wilayah tersebut. Meskipun kawasan-kawasan seperti Kuta, dan Seminyak masih tetap menjadi tujuan wisata populer, para ekspat yang tinggal dan sudah mengenal Bali dengan baik lebih tertarik pada lokasi-lokasi yang baru yang masih hijau dan dekat dengan alam.

Johannes juga menyorot mengenai potensi di kawasan Nyanyi, sebagai area dengan potensi pertumbuhan yang tinggi dan akan sangat diminati untuk investasi properti di beberapa tahun ke depan. Lokasi Nyanyi yang berada di antara Canggu dan Tanah Lot, dilihat sebagai wilayah yang masih asli dan menawarkan keseimbangan antara kedekatan dengan pusat gaya hidup Bali dan ketenangan lingkungan alami.

"Perpaduan berbagai faktor tersebut membuat Nyanyi menjadi lokasi yang sangat potensial karena pertumbuhannya yang pesat. Perlu diingat bahwa sekarangi adalah saat yang tepat untuk membeli properti atau berinvestasi di Nyanyi, karena masih adanya properti-properti baru yang ditawarkan dengan harga perdana dan tentunya akan mengalami kenaikan yang signifikan seiring dengan pertumbuhan kawasan tersebut," jelas Sales Marketing Director OXO Group Indonesia Anggun Melati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!