Rubel Ambruk, Bank Sentral Rusia Setop Beli Dolar AS

Jum'at, 29 November 2024 - 07:36 WIB
Para ahli mengatakan, rubel yang lemah akan membantu pemerintah Rusia menopang anggaran. Sebagian besar pendapatan yang dihasilkan dari ekspor energi datang dalam dolar dan euro, yang sekarang membawa pengembalian yang lebih besar dalam mata uang domestik.

Baca Juga: Menakar Efek Sanksi Keuangan Barat terhadap Perbankan Rusia

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan, bahwa rubel yang lemah juga menguntungkan eksportir, mengimbangi dampak negatif dari tingginya suku bunga acuan bank sentral.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!