Pemanfaatan EBT Baru 14%, Kadin Dorong Transisi UMKM ke Energi Bersih
Kamis, 12 Desember 2024 - 17:19 WIB
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus mendorong UMKM melakukan transisi ke energi bersih yang ramah lingkungan. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia terus mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melakukan transisi ke energi bersih yang ramah lingkungan. Selama tahun 2023, aktivitas sektor UMKM menyumbang emisi rumah kaca hingga 216 juta ton CO2.
Ketua Kelompok Kerja Transisi Energi sekaligus Ketua Komite Tetap Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kadin Indonesia, Anthony Utomo, menjelaskan Indonesia baru memanfaatkan sekitar 14% dari potensi energi terbarukan.
Saat ini, masih banyak potensi EBT, khususnya pembangkitan listrik yang belum termanfaatkan. Dari 3.686 gigawatt sumber daya energi terbarukan yang dimiliki Indonesia, pemanfaatannya baru mencapai 13,7 gigawatt.
Di antara sektor yang akan menjadi motor transisi energi ke depan adalah UMKM. Saat ini terdapat sekitar 65 juta UMKM di Indonesia yang berkontribusi hingga Rp9.580 triliun atau setara 91% Produk Domestik Bruto dan menyerap 97% total tenaga kerja.
"UMKM memiliki peranan penting dalam mengakselerasi transisi energi karena tidak hanya mendukung pengembangan energi bersih, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," ujar Anthony saat menjadi pembicara Seminar "Kebijakan Energi Nasional Dalam Mewujudkan Kemandirian dan Ketahanan Energi" di Jakarta, dikutip, Kamis (12/12/2024).
Ketua Kelompok Kerja Transisi Energi sekaligus Ketua Komite Tetap Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kadin Indonesia, Anthony Utomo, menjelaskan Indonesia baru memanfaatkan sekitar 14% dari potensi energi terbarukan.
Saat ini, masih banyak potensi EBT, khususnya pembangkitan listrik yang belum termanfaatkan. Dari 3.686 gigawatt sumber daya energi terbarukan yang dimiliki Indonesia, pemanfaatannya baru mencapai 13,7 gigawatt.
Di antara sektor yang akan menjadi motor transisi energi ke depan adalah UMKM. Saat ini terdapat sekitar 65 juta UMKM di Indonesia yang berkontribusi hingga Rp9.580 triliun atau setara 91% Produk Domestik Bruto dan menyerap 97% total tenaga kerja.
"UMKM memiliki peranan penting dalam mengakselerasi transisi energi karena tidak hanya mendukung pengembangan energi bersih, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," ujar Anthony saat menjadi pembicara Seminar "Kebijakan Energi Nasional Dalam Mewujudkan Kemandirian dan Ketahanan Energi" di Jakarta, dikutip, Kamis (12/12/2024).
Lihat Juga :