The Fed Mengejutkan Pasar, Tarif Trump Berisiko Picu Inflasi

Kamis, 19 Desember 2024 - 11:06 WIB
Pergeseran ke arah kehati-hatian ini tercermin dalam pernyataan FOMC, yang memperkenalkan bahasa baru tentang tingkat dan waktu penyesuaian di masa depan.

Powell mengindikasikan bahwa "extent" mengacu pada seberapa banyak ruang yang tersisa bagi The Fed untuk memangkas suku bunga tanpa menstimulasi ekonomi secara berlebihan, sementara "timing" menunjukkan laju perubahan yang lebih lambat di masa mendatang.

Trump dan Risiko Tarif

Powell juga menjawab pertanyaan mengenai risiko kebijakan fiskal di bawah pemerintahan Trump yang akan datang dan efek inflasi dari tarif. Ketika ditanya apakah para pembuat kebijakan memperhitungkan risiko yang terkait dengan potensi perubahan kebijakan di bawah pemerintahan Trump yang baru, Powell memberikan pernyataan yang terukur, dengan menyatakan bahwa The Fed memantau potensi perkembangan fiskal tetapi menahan diri dari spekulasi hingga kebijakan spesifik diumumkan.

"Kami berada di tempat yang baik, tetapi perubahan fiskal dapat mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi," katanya. "Kami sedang dalam tahap memantau hasil potensial, bukan membuat asumsi kebijakan."

Baca Juga: Kelas Menengah Ambruk, Tabungan Dikeruk

Mengenai tarif, Powell mengatakan bahwa meskipun kenaikan harga yang didorong oleh tarif satu kali tidak selalu diterjemahkan ke dalam inflasi yang terus-menerus, The Fed akan mengambil pendekatan yang hati-hati dan terukur dalam mengevaluasi efeknya jika tarif baru diberlakukan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!