Ancaman Tarif Trump Dianggap Sepi, 20 Negara Ingin Gabung BRICS

Sabtu, 28 Desember 2024 - 12:06 WIB
Menurut asisten presiden Rusia Yury Ushakov, sejumlah negara masih intens berkomunikasi dengan blok tersebut mengenai keanggotaan mereka. "Pintu asosiasi tetap terbuka bagi negara-negara yang berpikiran terbuka," kata Ushakov. "Saat ini, lebih dari dua lusin negara telah menunjukkan minat dalam dialog sistemik dengan BRICS," imbuhnya, seperti dilansir Watcher Guru, Sabtu (28/12/2024).

Baca Juga: Jual Senjata ke Taiwan, China Sanksi 7 Perusahaan Pertahanan AS

Ushakov mencatat bahwa daftar negara tersebut meliputi Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Burkina Faso, Kamboja, Chad, Kolombia, Republik Kongo, Guinea Ekuatorial, Honduras, Laos, Kuwait, Maroko, Myanmar, Nikaragua, Pakistan, Palestina, Senegal, Sudan Selatan, Sri Lanka, Suriah, Venezuela, dan Zimbabwe.

Pada pertemuan puncak tahunan terbarunya, BRICS telah memperkenalkan kelompok negara mitra barunya. Ini merupakan kumpulan negara yang bermitra dengan blok tersebut tetapi memiliki manfaat terbatas jika dibandingkan dengan anggota aktif. Hingga saat ini, 9 negara mitra telah diperkenalkan oleh kolektif tersebut.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!