Setelah Natal, Pemerintah Antisipasi Lonjakan Konsumsi Energi di Tahun Baru
Sabtu, 28 Desember 2024 - 20:59 WIB
Meski demikian, Executive Vice President Operasi Sistem Ketenagalistrikan PLN Dispriansyah menjelaskan, konsumsi listrik saat Natal justru menurun hingga 17-20% dibanding rata-rata harian. Penurunan ini disebabkan curah hujan tinggi di Sumatera, yang mengurangi penggunaan alat seperti pendingin udara. Selain itu, bencana banjir di beberapa wilayah juga menekan konsumsi listrik rumah tangga.
"Kami perkirakan di awal itu turun hanya sekitar 10-13% secara nasional dari beban rata-rata harian sebelum periode Natal. Tetapi ternyata turunnya cukup drastis. Sumatera 17 persen dari beban rata-rata nasional," jelasnya.
Yuliot menyoroti bahwa Sumatera memiliki peran strategis sebagai lumbung energi nasional. "Sumatera adalah wilayah prioritas bagi pemerintah dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Kami harap pasokan energi di sini dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutupnya.
"Kami perkirakan di awal itu turun hanya sekitar 10-13% secara nasional dari beban rata-rata harian sebelum periode Natal. Tetapi ternyata turunnya cukup drastis. Sumatera 17 persen dari beban rata-rata nasional," jelasnya.
Yuliot menyoroti bahwa Sumatera memiliki peran strategis sebagai lumbung energi nasional. "Sumatera adalah wilayah prioritas bagi pemerintah dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Kami harap pasokan energi di sini dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutupnya.
(fjo)
Lihat Juga :